Sutiaji Bagikan Sembako Gratis di Klenteng Eng An Kiong

“Saya tanya persediannya bertambah, tapi mohon mungkin yang daftar jangan tambah terus, ketika tambah terus berarti ada indikasi kemiskinan kita semakin bertambah. Jadi kalo bisa yang datang ngak banyak tapi bingkisannya yang banyak” ujar Sutiaji (25/08) mengawali pembagian sembako gratis di Klenteng Eng An Kiong.

Dalam rangka perayaan hari bumi umat Kong Hu Cu, Yayasan Klenteng Eng An Kiong Kota Malang seperti tahun-tahun sebelumnya mengadakan pembagian Sembako gratis yang merupakan bagian dari sedekah bumi. Plt. Walikota Malang Sutiaji bersama Forpimda Kota Malang hadir dan turut membagikan bingkisan yang berisikan satu paket sembako. Masyarakat dari anak-anak sampai lansia yang berjumlah ribuan hadir dalam acara ini, bukan hanya dari Kota Malang, tapi juga berasala dari Kabupaten Malang, Pasuruan bahkan ada yang berteriak mengaku dari Madura.

Tradisi sedekah bumi merupakan tradisi turun-temurun di Kelenteng Eng An Kiong, bahkan sejak Klenteng ini berdiri pada tahun 1825. Pembagian Sembako tahun 2018 ini berjumlah 7.000 paket yang berisi beras 4 kilogram dan mie bihun. “Ini hari kita mengadaakan sembahyang untuk arwah, kepada leluhur kita, kepada teman-teman kita, kawan-kawan kita yang sudah mendahului kita. Berikutnya kita juga membagikan sembako kepada tetangga-tetangga kita yang membutuhkan. Mohon dengan sangat jangan dilihat dari nilainya ato barangnya, yang penting silahturahmi kita lebih akrab, lebih kepada persaudaraan kita, Kita itu semua sama, kita adalah adalah saudara. Kita adalah satu jiwa, Arema” tegas Edy, salah satu pengurus Kelenteng Eng An Kiong.

Pemerintah Kota Malang mengapresiasi positif kegiatan yang dilakukan Klenteng Eng An Kiong, keperdulian pengurus mulai dari dulu sampai sekarang tetap terjaga. Kegiatan seperti ini membantu pemerintah dalam mengentas kemiskinan tidak hanya Kota Malang tapi juga Kota dan Kabupaten sekitar Malang Raya.

Selanjutnya dalam pembagian sembako gratis ini tidak lupa Plt. Walikota Malang Sutiaji mengajak berdoa untuk saudara-saudara kita yang ditimpa musibah di Lombok. “Kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing. Kalo hari ini kita bisa hadir, tapi saudara di lombok juga lagi dalam kegelisahan, maka kita perlu bersyukur, artinya masih dalam suasana kenikmatan” pungkas Sutiaji.(EM)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment