Napak Tilas dan HUT Arema ke 31

Malang(11/8)-Menapak (tapak) tilas menjadi kegiatan puncak HUT ke-31 Arema FC didepan Stasiun Kota Baru Jl Kahuripan Malang. Panpel HUT Arema ke 31 menyiapkan panggung di depan Stasiun Malang Kota Baru. Penampilan Arema Licek Embrant dari Kampung Biru Arema, Can A Rock, Band Makota dari Polres Malang Kota, DJ Freya dan D’Kross memeriahkan acara yang dilanjutkan dengan pemberangkatan konvoi napak tilas menuju stadion Kanjuruhan Kepanjen. Hari ini bertepatan dengan akan berlangsungnya pertandingan Arema FC melawan Borneo FC, pukul 18.30 WIB.

Rute napak tilas HUT ke-31 Arema FC sudah ditentukan sebelumnya. Mulai dari Stasiun Kota Malang – Jalan Majapahit – Jalan Merdeka Barat – Jalan S Supriadi – Pertigaan Kacuk – Jalan Sasuit Tubun – Jalan Lowokdoro – Jalan Kendalpayak – Jalan Raya Bululawang – Jalan Raya Turen – Jalan Raya Gondanglegi – Stadion Kanjuruhan. “Kami mengingatkan kepada peserta napak tilas ini agar menjaga ketertiban, mematuhi peraturan lalu lintas, tidak berboncengan lebih dari dua, memakai helm, membawa SIM dan STNK, jangan membawa tongkat yang bisa mengganggu pengendara lain, pokoknya safety riding-lah,” jelas Sudarmaji, Media Officer Arema.

Gegap gempita acara napak tilas yang diikuti ribuan Aremania ini, juga dihadiri oleh Plt Walikota Malang Sutiaji, Wakapolres Malang Kota , Kasdim 0833/Kota Malang.

Plt Walikota Malang Sutiaji dalam orasi di panggung arema menyampaikan bola adalah pemersatu kita, budaya kera ngalam (walikan: arek malang) adalah budaya damai. “ Tunjukkan kepada Indonesia, dunia bahwa malang, kera ngalam suporter arema adalah cinta kedamiaan. Untuk itu saya ucapkan terima mudah-mudahan Malang semakin jaya…Arema.. Arema.. Kita disini AremaArema.. Arema.. Kita disini Arema” ujar Sutiaji mengawali yel-yel Arema.

Bendera start konvoi mulai berkibar tanda konvoi napak tilas di mulai dengan iringan yel-yel “Arema.. Arema.. Kita disini AremaArema.. Arema.. Kita disini Arema” suara ribuan suporter arema dengan musik elektronik yang dimainkan oleh DJ Freya.

Selanjutnya, Plt Walikota Malang bercerita napak tilas Arema. “Kenapa kesebelasan arema itu muncul, dulu kan masih banyak. Setelah dari Lucky Acub Zainal mengatakan gimana kalo bisa khas malangannya ada maka dinamakan Arema, arek malang . Ini ternyata tidak dipunyai oleh klub-klub yang lain, karena memang rasa kepemilikannya tinggi karena namanya bukan PS, tidak apa tapi Arema, arek malang. Kita tahu semua bahwa manajemen mengandalkan pembiayaan sepenuhnya dari para suporter, ini menunjukkan kesebelasan arema adalah milik masyarakat” pungkas Sutiaji. (EM)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment