Kemendagri Gelar Sarasehan di GOR Ken Arok Kota Malang

Malang – Kementerian Dalam Negeri menggelar Sarasehan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Wilayah Kerja Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang” pada Rabu (1/8) di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Dalam kesempatan itu hadir Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Wali Kota Malang, Sutiaji, dan seluruh kepala desa, camat dan perangkat desa.

Dalam sambutannya, Mendagri Tjahjo Kumolo, mengatakan tujuan sarasehan ini agar para perangkat desa bisa saling berkomunikasi dengan tujuan menggerakkan masyarakat dan jajaran samping serta perguruan tinggi untuk bersama membangun desa.

“Dalam acara sarasehan ini akan ada berbagai catatan dan pesan dari para narasumber agar bisa membangun desa di masa mendatang,” kata Tjahjo Kumolo.

Ia menjelaskan, selama ini tugas kepala desa, utamanya dalam menjaga kondusifitas wilayahnya sangat baik. Contohnya, pada gelaran Pilkada Serentak se Indonesia yang baru saja selesai, terselenggara dengan sukses, berjalan aman dan tanpa ada konfilik di daerah.

“Pilkada serentak berjalan aman didukung TNI/Polri dan seluruh kepala desa, camat dan tokoh masyarakat sehingga kondusif. Ini adalah bentuk konsolidasi demokrasi, karena tahun depan akan ada Pileg dan Pilpres serentak dan diharapkan bisa berlangsung dengan kondusif,” bebernya

Menurut Mendagri, forum sarasehan seperti ini sangat penting, karena tugas kepala desa dan perangkat desa adalah menggerakkan masyarakat guna mempercepar jalannya pembangunan. Sebab tanrangan bangsa Indonesia pada saat ini bukan saja sandang, pangan dan papan saja, melainkan ditambah dengan mencegah tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme – terorisme yang menggerogoti persatuan dan kesatuan.

“Ini adalah ancaman bersama. Bukan tugas TNI – Polri saja, tapi tugas semua elemen maayarakat untuk mencegah radikalisme dan terorisme,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, melaporkan jika penggunaan dana desa di provinsi Jawa Timur selama ini digunakan untuk peningkatan kualitas hidup manusia dan penanggulangan kemiskinan. “Selama ini dana desa digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Pakde Karwo. (Sa)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment