Kota Malang Bawa Spirit Lingkungan Pada Rakernas Apeksi Tarakan

Tradisi tanam pohon terus dipertahankan pada setiap gawe Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Kali ini (26/7 ’18), giat tanam pohon mengambil lokasi di Bumi Perkemahan Binalatoeng Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Lokasi yang masih proses pengembangan, berada pada jalur menuju kawasan pantai wisata Amal Tarakan, 98 Walikota atau yang mewakili melakukan penanaman serentak sesuai dengan jenis bibit pohon yang ada di daerahnya masing masing.

Mengawali prosesi penanaman, Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Airin Rahmi Diany, menegaskan bahwa semangat pelestarian harus mampu dibumikan. Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkot Malang, Wasto, mewakili Walikota menambahkan kota dengan ciri urbannya, aspek lahan terbuka hijau seringkali menjadi pemikiran tersendiri, karenanya penanaman pohon dalam setiap kegiatan rakernas (Apeksi), menjadi komitmen semua Walikota untuk membawa misi wawasan lingkungan pada setiap pembangunan daerah.”Urban farming, gerakan kampung hijau hingga perwujudan lingkungan sekolah sehat, merupakan bagian dari mewujudkan pembangunan kota Malang yang berwawasan lingkungan, “imbuh Wasto.

Dinyatakan pejabat yang gemar lari ini, strategi penataan kawasan lingkungan hijau pada sebuah kota tidak dapat hanya bertumpuh pada penambahan lahan (kuantitas) tapi juga harus diperkuat dengan strategi kualitas, melalui pemanfaatan eksisting lahan yang ada, memodifikasi kawasan permukiman menjadi asri serta optimalisasi taman taman kota. “Kita (kota Malang), sudah melakukan penambahan area Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang kini menjadi Taman Merjosari. Dengan luas 2 hektare (ha) taman Merjosari, sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota, agar Kota Malang terasa semakin sejuk udaranya, “ujar Wasto.

Menurut, mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang ini, pembuatan dan penataan taman kota merupakan bagian dari pengembangan program kota hijau yang juga menjadi issue sentral pada rakernas Apeksi.

Upaya membuat taman kota sekaligus RTH menjadi pilihan program yang terus didorong. Di Kecamatan Kedungkandang misalnya, lahan seluas 8 ha juga difungsikan sebagai taman kota. Lahan seluas itu dipetakan menjadi beberapa bagian. Ada yang digunakan untuk menanam pohon buah, pohon tegakan jenis lainnya hingga tanaman bunga.

Ditambahkannya, sampai saat ini pemkot masih terus memetakan wilayah lain yang masih kosong dari taman kota. Sehingga, upaya penghijauan dengan menambah pembuatan hutan kota terus ditingkatkan.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment