Kunjungan Kerja Komisi B DPRD Kabupaten Tulungagung Pelajari Pengelolaan Keuangan

Malang (24/7) – bertempat di Ruang Palapa Balaikota Malang, Drs. Mulyono M,Si, Staf Ahli Pemerintahan Kota Malang beserta OPD Kota Malang terkait menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Adib Makarim, S.Ag., MH. bertujuan untuk berdiskusi tentang pengelolaan keuangan dan anggaran dana yang ada di Pemerintah Kota Malang.

Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan selamat datang dan terimakasih kepada para rombongan dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadikan Kota Malang sebagai tempat kunjungan kerja.

Adib Makarim pimpinan rombongan tamu menyampaikan bahwa di Kabupaten Tulungagung banyak koperasi yang bergeser dari konvensional menuju syariah dan mulai banyaknya pelaku ekonomi kreatif disana. “Untuk wilayah kreatifitas, akhir-akhir ini di tulungagung warung kopi yang banyak. Kalau di malang ada café-café yang middleclass, sedangkan disana cenderung menengah ke bawah. Disini ada plus minusnya, satu sisi taraf ekonomi bisa membaik, geliat ekonomi meningkat, tapi disatu sisi banyak siswa yang membolos dan peredaran narkoba juga menjadi perhatian kita.” Ujar Makarim

Kemudian Adib menyampaikan beberapa fokus diskusi permasalahan terkait ekonomi digital dan potensi Sumber Daya Manusia di Kabupaten Tulungagung “Perekonomian digital di warung internet juga banyak, dan itu juga menambah penghasilan warga sendiri. Melihat geliat ekonomi di kota malang yang bisa menumbuhkan kreatifitas. Sehingga kita perlu studi banding di kota malang menumbuhkan entrepreneur di kalangan muda. Kita perlu menyemangati anak muda untuk lebih kreatif menjadi wirausaha.” Imbuhnya.

Dalam diskusi, Mulyono Staff Ahli Pemerintah Kota Malang menjelaskan potensi ekonomi di Kota Malang. “kalau kita bisa menata PKL itu menjadi potensi yang sangat bagus, menjadi kekuatan yang terkonsentrasi menjadi nilai lebih sehingga daerahnya ikut berkembang, ini yang seringkali menjadi tantangan.” Ujarnya.

Lebih lanjut berkaitan tentang ekonomi kreatif, Mulyono mengatakan bahwa Kota Malang memiliki Kampung Warna – Warni, Kampung Biru dan masih akan ada tumbuh banyak lagi yang menjadi inspirasi bagi daerah tertentu di Kabupaten Tulungagung. “Jadi mungkin panjenengan bisa menciptakan desa apa yang punya kekhasan. Seperti ide one village one product itu bagus, saya secara pribadi melihat tulungagung memiliki budidaya ikan air tawar itu bagus perkembangannya” ujar Mulyono.

“Kalau ikan air tawar bagus, konveksinya bagus semoga itu bisa menjadi sentranya Jawa Timur disana itu kan bagus untuk brand image di Tulungagung. Masalah penyerapan SDM kita harus mempersiapkan tenaga lokal kita untuk mampu bersaing dengan mempetakan potensi apa lalu yang mau didorong ke vokasi yang mana. Apakah sama dengan kota malang yang banyak mendorong di sektor jasa. Karena jika kita tidak berfokus pada potensi lokalnya, hanya sekedar studi tiru nanti tidak selalu pas dengan keadaan daerah.” Pungkas Mulyono dalam diskusi tersebut.

Dalam diskusi tersebut Mulyono juga menyampaikan bahwa Kota Malang perekonomiannya tumbuh 5,61% pada tahun 2016 yang berarti berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional. “Yang harus diamati bukan angkanya, tetapi sumbangannya dari mana angka itu. Di malang yang paling menonjol itu dari Mall, saya mengamati tulungagung konveksinya bagus terus, namun untuk marmer sudah tidak seperti dulu meskipun celahnya masih banyak jika diolah secara khas.” Imbuhnya.

Kunjungan kerja ditutup dengan tukar menukar cindera mata. (fh)

Posted in: Dokumentasi, Headline

Leave a Comment