Silaturahmi Forkopimda dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pencegahan Serta Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme

Malang – Bertempat di Ruang Sidang Balaikota Malang pada hari Rabu (30/5) telah dilaksanakan acara Silaturahmi Forkopimda dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pencegahan Serta Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme Dalam Rangka Mewujudkan Kota Malang yang Kondusif.

Pjs Walikota Malang, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa Kota Malang adalah kota yang kondusif, bahkan kondusifitas Kota Malang telah diakui secara internasional, pada forum jejaring kota-kota kondusif se dunia yang digelar di kota Atalya Turki pada tahun 2016 yang lalu. “Hal ini juga diperkuat oleh predikat bahwa Kota Malang sebagai kota layak huni” ujar Wahid.

Semuanya memberi satu gambaran bahwa Kota Malang adalah kota yang terjaga keamanan, ketertiban, ketenangan dan kenyamanannya. Maka tidak salah pula, apabila malang menjadi tujuan wisata, menjadi pilihan untuk melakukan kegiatan jasa dan perdagangan, serta menjadi pilihan dan rujukan bagi pelajar se nusantara untuk menempuh pendidikan.

Konsekuensinya, lanjut Wahid adalah keragaman akan hadir di Kota Malang; ragam secara suku, ragam secara budaya, ragam secara agama dan juga ragam secara strata sosial. Karenanya, kota malang, bhumi arema ini juga menjadi miniatur nusantara.

“Namun, di balik semua potensi itu, kita tetap perlu membangun kewaspadaan, utamanya menyikapi merebaknya radikalisme dan kejadian teror yang berlangsung secara beruntun” jelas Wahid.

Melalui kegiatan yang digelar kali ini, Wahid Wahyudi menyarankan dan merekomendasikan kepada forum rektor dan juga pemangku sekolah menengah, untuk :

1. Merumuskan pola orientasi mahasiswa serta pelajar baru dengan materi materi keagamaan yang benar, materi nilai nilai pancasila, materi cinta tanah air dan patriotisme, serta materi wawasan kebangsaan;

2. Menjalin dan menguatkan kerjasama dengan pemerintah kota, tni, polri dan pemuka agama dalam hal pemberian materi pembekalan kepada mahasiswa serta pelajar baru;

3. Memberikan penguatan, peran strategis melalui program kerja yang produktif dan positif kepada organisasi kampus yang ada dan telah terdata/terdaftar di kampus;

4. Memperbanyak kajian kajian riset dan pengabdian kepada lingkungan;

5. Memperbanyak dan atau meningkatkan kualitas pertemuan antara dosen dan mahasiswa;

6. Mewaspadai tumbuhnya gerakan radikalisme dan separatisme di lingkungan kampus;

7. Terlibat secara aktif dalam program program Pemerintah Kota Malang, TNI (Kodim 0833) dan Polri (Polres Malang Kota);

8. Membentuk paguyuban Rektor se Kota Malang sebagai sparing partner konstruktif pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama pula, telah dibentuk Forum Rektor Kota Malang dengan ketua sementara adalah Rektor UIN dan Sekretarisnya adalah Rektor Unmer.

Hadir pada acara tersebut mendampingi Pjs Walikota Malang adalah Forkopimda Kota Malang, Rektor UB, Pimpinan Perguruan Tinggi di Kota Malang, Para Kepala Sekolah se Kota Malang serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang. (Ts/Akm)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline, Mei 2018

Leave a Comment