Safari Ramadhan Pemkot Malang Di Masjid Masjid Quba’ Kecamatan Klojen

Malang – Masjid Quba’ menjadi lokasi keempat pelaksanaan Safari Ramadhan Pemerintah Kota Malang yang dilaksanakan pada hari Selasa (22/5).

Hadir pada kegiatan tersebut adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Malang, Drs. Abdul Malik, M.Pd, Forkopim Kecamatan Klojen, dan Staf Ahli serta kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Dalam sambutannya, Abdul Malik menyampaikan beberapa imbauan pada masyarakat. Salah satunya terkait penggunaan hak suara dalam Pilkada Kota Malang, 27 Juni mendatang “Pada Pilkada Kota Malang dan Pilgub Jatim, 27 Juni mendatang, Insya Allah jamaah yang hadir bakal berkesempatan memilih pemimpin. Yang akan membawa pemerintahan selama lima tahun ke depan,” ujar Asisten Administrasi Pemkot. Menurut Malik, pilihan masyarakatlah yang akan menentukan arah pembangunan kota ke depan. “Pilih yang pemimpin membawa ke arah yang lebih baik,” imbau Malik.

Dia juga menjelaskan bahwa Pemkot Malang menargetkan tingkat partisipasi politik warga mencapai 71 persen dari 600 ribu pemilih tetap. “Kami harap nanti jamaah yang hadir ini juga datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan mengajak keluarga untuk menggunakan hak pilih” tuturnya. Harapannya dapat terwujud apabila ada kebersamaan dan sinergitas dari semua unsur masyarakat.

Selain itu, Malik juga menekankan soal antisipasi ke depan menyikapi kejadian teror bom di Surabaya dan beberapa kota lain. “Kaitannya dengan peristiwa Surabaya, kami prihatin. Kejadian sekarang itu, rekrutnya sudah lama. Kewajiban semua masyarakat agar terorisme dan radikalisme tidak tumbuh di Malang,” ujarnya. Malik menguraikan, pihak pemkot tengah menjalin komunikasi serius dengan jajaran perguruan tinggi dan lembaga pendidikan untuk menangkal perkembangan paham radikalisme di kalangan pelajar.

“Pemkot menguatkan langkah TNI-Polri mengambil langkah preventif untuk memotong upaya perkembangan itu. Masyarakat juga perlu ambil peran, mulai dari keluarga,” tambahnya. Menurutnya, keluarga bisa menjadi pendeteksi dini jika ada yang disinyalir mengikuti aliran yang menyimpang. Jika ada yang mengkhawatirkan atau mencurigakan, Malik mengimbau agar masyarakat segera melapor. Baik ke pengurus jajaran RT/RW maupun Babinsa dan Babinkamtibmas yang ditugaskan di masing-masing wilayah.

Sementara itu, ketua takmir masjid Masjid Quba KH Dahlan Tamrin menjelaskan bahwa di masjid tersebut memiliki tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Yakni adanya salat tahajud yang diteruskan dengan sahur bersama di luar Ramadhan. “Jadi di sini tidak hanya saat Ramadhan, di luar bulan puasa setiap malam Senin dan Kamis ada agenda salat tahajud. Juga disediakan sahur, untuk mengajak untuk istikomah berpuasa sunah,” urainya.

“Satu bulan diselesaikan 30 juz, kalau puasanya hanya 29 hari maka di malam terakhir dibacakan dua juz. Sehingga jamaah bisa dapat dua sekaligus, ya salat tarawih ya tadarus Alquran,” tambahnya. Harapannya agar tradisi tersebut bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid besar yang lain di Kota Malang.

Diakhir safari ramadhan, takmir masjid, jamaah dan warga kelurahan Bareng kota Malang mendeklarasikan menolak radikalisme, terorisme dan mendukung NKRI harga mati. (ja/EM)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline, Mei 2018

Leave a Comment