Rekonsiliasi Harmoni Budaya Sunda Jawa

Mengusung tema “Harmoni Budaya Sunda Jawa”, tiga Gubernur bersepakat menjalin dan menguatkan sinergi kebudayaan. Ditandai dengan launching jalan Prabu Siliwangi dan jalan Pasundan di kota Surabaya dan jalan Majapahit di kota Bandung, oleh Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Ikut menyaksikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Diawali dengan kolaborasi apik kesenian jawa timuran dengan kesenian pasundan dengan tajuk “Angklung Rending Karending”, acara yang digelar di hotel Bumi Surabaya (6/3 ’18), juga menjadi gambaran etalase kekayaan budaya nusantara.

Kadisbudpar Jawa Timur, H. Jarianto, menyampaikan bahwa kolaborasi budaya yang dihelat membawa spirit semangat pemersatuan kebangsaan.

Politik bisa kotor, tapi yang bisa membasuh jadi bersih adalah kebudayaan. Demikian tegas Pak De Karwo, Gubernur Jatim biasa disapa dalam mengawali orasi budayanya. Konflik tak jarang terkontribusi dari interpretasi yang negatif terhadap peristiwa sejarah. Pemahaman sejarah yang baik akan menjadikan Indonesia kuat. Luka sejarah tidak boleh diproduksi untuk kepentingan politik. Karenanya menjadi tanggung jawab semua anak bangsa untuk menempatkan peristiwa sejarah menjadi pembelajaran berharga yang diperkuat oleh modal budaya dari bangsa ini. Ujar Pak De Karwo.

Sementara Kang Aher, demikian gubernur Jabar akrab disapa, menyatakan bahwa sejarah Pasundan bubat membawa beban psikologi. “Padahal itu cerita 610 tahun yang lalu. Mengapa orang Sunda tidak mau disebut orang Jawa, diantaranya terkontribusi oleh “luka” sejarah tersebut. Oleh karenanya emosi kolektif itu harus diakhiri dan kita adalah satu Jawa, “ujar Kang Aher. Pada konteks ke kinian, menurut Gubernur Jabar, bersatunya Sunda dan Jawa, dengan jumlah populasi 54 persen dari jumlah penduduk di Indonesia, maka kekuatan kebersamaan keduanya akan mengkontribusi secara signifikan bagi persatuan Indonesia di tengah kebhinekaan.

Pesan yang sama juga ditekankan Sri Sultan Hamengku Buwono X, perlu langkah memutus sejarah kelam. Salah satunya disimbolkan pada tahun sebelumnya (2017) di DIY, telah dilaunching jl. Pasundan yang terhubung dengan jl. Majapahit di Yogyakarta.

Pjs. Walikota Malang, Wahid Wayudi, di sela acara menyampaikan, perlu terus dialirkan dan digelorakan semangat kebudayaan di dalam nafas kebangsaan. “Bangsa kita terbentuk di antaranya dari kekuatan budaya yang mengkristal, maka bentuk bentuk kolaborasi seperti ini harus mampu dikembangkan di antara Pemerintah Daerah, “ujar Wahid Wahyudi.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment