Implementasi Revolusi Mental Melalui Pengetahuan

MALANG – (27/2) Bertempat di Gedung Gajayana acara Implementasi Revolusi Mental Melalui Pengetahuan Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat. Saat ini, isu lingkungan tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga menjadi perbincangan secara internasional. Menipisnya lapisan ozon diakibatkan oleh perubahan perilaku dan gaya hidup manusia yang secara bertahap telah meningkatkan suhu panas bumi yang berdampak pula kepada perubahan siklus alam. Keberadaan rumah kaca, pengunaan zat-zat kimia yang berlebihan, polusi dari industri, kendaraan bermotor, serta penggundulan hutan merupakan beberapa factor penyumbangan pemanasan global atau Global Warming.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial yaitu Drs. Abdul Malik, M.Pd. Beliau mengatakan bahwa isu tersebut harus kita hadapi, kita antisipasi dan sekaligus diwaspadai. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang adalah dengan melaksanakan gerakan Malang Ijo Royo-royo. Program ini tidak saja merupakan salah satu dari sekian banyaknya upaya kita untuk mewujudkan Kota Malang yang sejuk, indah dan nyaman, tambahnya.

Untuk menggapai keselarasan hidup di Kota Malang ini, diperlukan satu kerja keras, komitmen kuat dan kebersamaan yang meliputi semua kalangan sebagai elemen masyarakat termasuk didalamnya adalah PT. Bank Danamon Indonesia Tbk cabang Malang. Malik juga berterimakasih dan memberi penghargaan kepada PT. Bank Danamon Indonesia Tbk cabang Malang dan Adira beserta semua pihak yang telah berpartisipasi aktif atas terselenggaranya bulan kepedulian lingkungan pada hari ini.

Sejalan dengan hal ini, gerakan penanaman secara mandiri yang dilakukan oleh masyarakat di lingkungan masing-masing juga harus terus diberi motivasi dan dorongan, sehingga gerakan ini menjadi suatu budaya dan menjadi kesadaran bersama untuk merubah perilaku atau gaya hidup guna menyelamatkan lingkungan terutama Kota Malang. Komitmen ini harus kuat tertanam pada diri masing-masing, karena berkaitan dengan slogan Tri Bina Cita Kota Malang yakni Malang Kota Pendidikan, Malang Kota Industri dan Malang Kota Pariwisata. Tentunya gerakan penghijauan menjadi program yang bernilai strategis untuk terciptanya lingkungan yang hijau dan asri.

“Selain itu, kita juga menginginkan agar Kota Malang semakin maju dan diperhitungkan sebagai salah satu kota yang tujuannya untuk wisata, dimana keinginan tersebut bukanlah semata-mata karena kota kita menyandang slogan Tri Bina Cita tetapi lebih dari itu adalah keinginan seluruh warga untuk masa depan kota, sebab hal ini dapat mempengaruhi tingkat kualitas hidup masyarakat Kota Malang”, ujarnya ditengah-tengah sambutan. Malik berharap dari apa yang sudah kita kerjakan semoga dapat bermanfaat terlebih lagi untuk penyelenggara kegiatan agar Kota Malang kedepannya tercipta lingkungan yang hijau, sejuk, indah dan nyaman bagi kita semua.

Dilanjutkan oleh Direktorat Badan Pustaka yaitu Dra. Lusia Damayanti ,M.Hum yang berkata bahwa data dari berbagai lembaga survei menyatakan bahwa kondisi minat baca masyarakat di Indonesia kurang memuaskan, namun hal ini bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat di Indonesia cukup tinggi. Antusiasme anak-anak untuk membaca sangat memberi pencerahan, sehingga hal ini harus dijaga dan dikembangkan antusiasme tersebut menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari gaya hidup anak muda zaman sekarang.

Kegemaran membaca di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu bahwa masyarakat Indonesia pada dasarnya merupakan masyarakat berbudaya tutur dimana bentuk pertukaran informasi masih secara lisan yang hanya disimpan dalam ingatan yang dapat kita lihat di area publik, contohnya terdapat orang mengobrol, main game, atau melamun daripada membaca. Faktor penyebab lainnya adalah karena keterbatasan bahan bacaan baik yang disediakan oleh perpustakaan maupun yang tersebar di masyarakat. Faktor lain yang tidak kala penting adalah keterbatasan akses terhadap bahan bacaan baik secara online maupun offline.

Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai program telah dilakukan, salah satunya adalah bantuan stimulan ke berbagai jenis perpustakaan. Peran perpustakaan adalah untuk menghubungkan antara sumber pengetahuan dengan pengguna pengetahuan perpustakaan sebagai rumahnya untuk mencari sumber pengetahuan. Lusia berharap agar kita semua melakukan tindakan nyata yaitu mendorong semua jenis perpustakaan menjadi garda terdepan supaya dapat dimanfaatkan menjadi sumber pengetahuan bagi kita semua. (nbl)

 

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment