Annisa dan Prasetyo Duta Budaya dan Museum Kota Malang 2018

Malang(10/2)- Ballroom Paramouth Hotel Atria menjadi saksi penobatan Annisa Khoirina Nurmadinah dan Mokhamad Prasetyo sebagai Duta Budaya dan Museum Kota Malang 2018. 20 Finalis hadir dalam Grand Final Pemilihan Duta Budaya dan Museum Kota Malang 2018.

 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menggelar agenda Pemilihan Duta Budaya dan Museum Kota Malang yamg dimulai dari 03 Februari sampai dengan 10 Februari 2018. Tema Pemilihan Duta Budaya & Museum 2018 ini adalah melestarikan Budaya Malang. Agenda pemilihan duta ini dimulai dari tahapan Technical Meeting, Test Tulis & Interview, Pembekalan & Makrab, City Tour dan Grand Final. Tercatat sebanyak 127 pendaftar yang ikut dalam pemilihan Duta ini.

 

Grand Final ini dihadiri oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Museum Kementerian Pendidikan dan Buda, Dr. Harry Widianto; Sekda Kota Malang; Drs Wasto SH MH, Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni SH MSi, Orang tua dari Finalis serta para pendukungnya.

 

Sekda Wasto memekikkan salam budaya nusantara, salam museum di hatiku dan salam satu jiwa Arema di awal sambutannya. Ada 3 Kementrian yang mengurusi kebudayaan, di Pemerintahan Provinsi dan Kota/Kabupaten juga wajib dibentuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata , itu menunjukkan bahwsanya kita semua harus ikut serta melestarikan budaya sebagai warisan dari leluhur kita bersama.

 

“Harapannya nanti kalian-kalian adalah memahami menjiwai, menghayatkan dan sekaligus mempromosikan bagaimana budaya-budaya lokal, nasional syukur-syukur internasional bisa kalian kuasai dan promosikan,” kata Wasto.

 

Dr. Harry Widianto Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Museum Kementerian Pendidikan dan Budaya menyampaikan bahwa Kementrian Pendidikan dan Budaya memberikan apresiasi dan penghargaan atas langkah-langkah Pemerintah kota Malang yang melaksanakan event ini. Duta budaya dan museum disini nanti mempunyai peran harus memahami koleksi museum dan pemanfaatan museum dalam kehidupan sehari-hari. “Didalam pelasanaannya (duta) Sejogyanya membawa ketentuan-ketentuan pengelolaan cagar budaya budaya tak benda maupun museum kepada kehidupan masyarakat sehari-hari” pungkas Harry.(EM/ja/akm)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment