Baznas Kota Malang Gelar Seminar Nasional dan Pasar Raya

Malang – Gerbang era globalisasi dunia telah terbuka, khususnya sejak awal millennium lalu, yang ditandai dengan menipisnya batas-batas wilayah antar negara di dunia.
Memudarnya batas-batas ini tentu membuat arus lintas beragam sumber daya antar negara menjadi kian mudah dan murah. Sebuah negara yang tidak memiliki sebuah jenis sumber daya kini dapat memperolehnya dari negara lain.

Memasuki era globalisasi berarti pula memasuki era perdagangan bebas, yang menuntut setiap pelaku usaha untuk lebih meningkatkan keunggulan kompetitifnya bila ingin tetap eksis dalam pasar global. Seluruh pelaku usaha mau tidak mau harus mempersiapkan diri melalui peningkatan kualitas produksi dengan adanya kreativitas dan inovasi; bila ingin tetap sukses dalam era perdagangan bebas. Tidak terkecuali para pelaku usaha kecil dan menengah.
UMKM juga dituntut untuk mampu mempertahankan serta meningkatkan standar, desain dan kualitas produk agar sesuai dan dapat diterima oleh pasar secara global. Persaingan yang semakin ketat, dengan terbukanya pasar didalam negeri dan pasar global telah membuat pembinaan dan pengembangan UMKM dirasakan semakin mendesak agar UMKM dapat meningkatkan kemandirian mereka. Dengan tingkat kemandirian yang semakin meningkat diharapkan berimbas pula pada pendapatan masyarakat, membuka kesempatan kerja, dan memakmurkan masyarakat secara keseluruhan.

Atas dasar itulah, Badan Amil Zakat Nasional Kota Malang bekerjasama dengan komunitas blogger Malang menggelar Seminar Nasional dan Pasar Raya pada hari Sabtu – Minggu / 16 – 17 Desember 2017 besok.

Seminar Nasional yang akan mengambil tema “Sinergi Membangun Negeri Bersama Ekonomi Komunitas Semut Dalam Menghadapi Globalisasi” rencananya akan di gelar di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Kota Malang. Sedangkan Pasar Raya yang akan bertemakan “Dari Komunitas Basnaz Kota Malang Untuk Indonesia : Panggung Pemberdayaan Komunitas dan Launching Program Linkage” tersebut rencananya akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Gajahmada Kota Malang.

Perlu diketahui bahwa Basnaz Kota Malang membentuk Baitul Mal yang sekaligus berfungsi sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap-tiap kelurahan. Komunitas Baitul Mal mengembangkan usaha kreatif mulai usaha tambal ban, produksi batu bata merah hingga industri kecil olah limbah plastik. Tak hanya itu, Baitul Mal juga mendampingi usaha ternak domba, toko mini, kerajinan rotan, batik, rumah herbal, kuliner dan lain lain yang hingga tahun 2017 ini mencapai sekitar 3.075 pelaku usaha kecil, tergabung dalam jejaring Komunitas Masyarakat Kota Produktif (KMKP) dengan julukan “semut-semut ekonomi komunitas” sebanyak 702 jenis usaha.

Oleh karenanya, agar tidak kalah bersaing, pemerintah senantiasa berupaya memperkuat UMKM, dengan menciptakan iklim investasi domestik yang kondusif dalam upaya penguatan pasar dalam negeri serta diharapkan mampu bersaing di pasar global, agar pelaku UMKM dapat menjadi penyangga perekonomian nasional sekaligus upaya-upaya pembinaan UKM harus senantiasa dilakukan.

Menurut Ketua Basnaz Kota Malang, Fauzan Zenrif mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melaunching program linkage KMKP binaan Baznas Kota Malang, Pemberian Award Baznas Kota Malang tahun 2017, Mengenalkan aneka produk kreatif komunitas dan memperkuat jejaring usaha diantara Komunitas Baitul Mal. (Ts)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment