Abah Anton Lepas Tim Verifikasi Program Kota Sehat Setelah Melakukan Penilaian Di Kota Malang

Malang – Bertempat di Gedung PPKO Lab Kesehatan Jalan Karya Timur no. 10 Malang pada hari Kamis (14/9) telah dilaksanakan Pelepasan Tim Verifikasi Program Kota Sehat.

Tim yang dipimpin oleh Revi Rinda Nugraini tersebut dilepas secara resmi oleh Walikota Malang, H. Moch Anton dengan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi.

Menurut Revi Rinda dalam evaluasinya setelah seharian melakukan penilaian dan verifikasi di Kota Malang, ia menyatakan bahwa Kota Malang memiliki banyak kelebihan, satu di antaranya adalah bahwa air di Kota Malang telah memiliki kualitas yang prima; bahkan banyak fasilitas air yang bisa di minum langsung di beberapa titik di Kota Malang, selain itu, Kota Malang juga sangat ramah terhadap difabel, hal itu ditunjukkan dengan banyaknya fasilitas difabel.

“pada prinsip nya, Kota Malang cukup bagus di ketujuh tatanan penilaian yang telah ditentukan” jelas Revi Rinda.

Apresiasi yang positif juga disampaikan oleh Revi Rinda pada pelayanan lalu lintas yang ada di Kota Malang. “Pelayanan Lalin di Kota Malang sudah cukup bagus karena semuanya telah berbasis web, uji emisi dan KIR juga sudah berbasis web” tambahnya lagi.

Namun, dari keseluruhan penilaian yang telah dilakukan, tim penilai tetap memberikan beberapa masukan; yaitu tidak tersedianya transportasi massal di Kota Malang, sehingga hal tersebut patut mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah demi peningkatan pelayanan pada masyarakat.

Sementara itu, Walikota Malang yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Anton tersebut, menyampaikan rasa syukurnya karena pada sore hari ini telah dilakukan penilaian kota sehat di kota Malang. “Kita berharap nanti akan ada evaluasi karena kita ingin menjadi yang terbaik” tegas Abah.

“Kita tentu sudah melihat serta mendengar berbagai hal yg disampaikan tim penilai tadi bahwa dunia sudah mengakui kota Malang sebagai tempat percontohan sehingga kita harus mengembangkan sektor kesehatan dan pembangunan untuk kepentingan anak-anak; kita juga akan bikin pedestrian yang lebarnya minimal 5 meter sehingga dapat bermanfaat untuk pejalan kaki, difabel dan orang tua” jelasnya lagi.

Abah Anton juga menyampaikan harapannya agar Kota Malang dapat menerapkan “smart city” sesegera mungkin di berbagai sektor pembangunan.(Ts)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment