Prestasi Kota Bukti Pembangunan Sesuai Jalurnya

Masjid Darul Jannah Perum Tirta Aji Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun menjadi tujuan safari ramadhan Walikota Anton (18/6 ’17). Pada safari yang bertepatan malam ke-14 ramadhan, Abah Anton, Walikota Malang, menegaskan kembali akan pentingnya komunikasi di antara Pimpinan dengan warganya. “Dan itu harus dilakukan sejak awal, tidak hanya dikala ada kepentingan, namun harus diarahkan untuk mewujudkan budaya dan kebiasaan sehingga terbangun rasa memiliki dan partisipasi warga dalam setiap pembangunan, “ujar Abah Anton.
Bangunan strategi komunikasi yang demikian, menjadikan kota Malang makin “moncer” dan jadi perbincangan nasional maupun internasional. “Kuatnya kebersamaan itu pula yang melahirkan kampung Glintung Go Green yang menginternasional. Pun, demikian dengan kelahiran kampung kampung tematik lainnya, “imbuh Abah Anton yang menegaskan menjadi walikota karena titah dan amanah para ulama.
Komunikasi gayeng setelah pelaksanaan sholat taraweh, juga menjadi ajang Walikota Malang untuk mengajak warga kota untuk terus mewarnai kampungnya dengan ragam kreatifitas dan inovasi. “Harus saya akui, jelang lima tahun kepemimpinan saya, masih banyak pekerjaan yang belum tuntas. Seperti program hot mix kampung memang belum tuntas, karena anggaran memang terbatas dan dibagi untuk program program lainnya. Namun kita komitmen akan menuntaskan itu semua. Dan itu dibutuhkan kebersamaan warga, “tegas Walikota Malang yang juga selaku Dewan Pembina Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
Suami Hj. Umi Farida Suryani, pada kesempatan komunikasi dengan warga, sempat menjawab pertanyaan terkait dengan kesan Walikota hanya mengejar prestasi. “Saya ajak warga kota untuk mengambil pemikiran dan logika pada anak sekolah. Mereka meraih prestasi dan mendapat ijazah, karena hasil kerja keras, belajar dan keberhasilan dalam proses pendidikan. Sama halnya kehadiran prestasi untuk kota Malang, juga diberikan karena keberhasilan dalam berbagai pembangunan. Pemerintah Pusat dan atau Tim Juri, tak akan dan tak mungkin memberikan kado prestasi apabila kota tersebut tidak berjalan proses pembangunannya. Jadi itu (prestasi) bukti nyata bahwa perjalanan pembangunan di kota Malang sesuai jalurnya, “tegas Abah Anton.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment