FGD Inotek Bidang Agribisnis

Dalam rangka meningkatkan percepatan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui penggalian inovasi teknologi dan sumber daya IPTEK, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (barenlitbang) Kota Malang melaksanakan Lomba Inovasi Teknologi (Inotek) Tahun 2017. Inotek yang pendaftaraanya dibuka mulai tanggal 11 Maret – 11 April 2017 lalu, hari ini Senin, 8 Mei 2017 telah memasuki tahap penjurian yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Ruang Rapat Barenlitbang Kota Malang.

Inovasi teknologi bidang agribisnis adalah kegiatan penciptaan, dan atau perekayasaan serta pengembangan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi yang meliputi aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran yang memanfaatkan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Ciri teknologi yang berorientasi agribisnis adalah mampu:
1. Meningkatkan efisiensi dan cost effectiveness produksi melalui teknologi inovatif, baik berupa peralatan ataupun sistem produksi.
2. Mengurangi kehilangan hasil pada saat pra panen dan pasca panen,
3. Mengolah produk menjadi produk yang memiliki nilai tambah
4. Mempertahankan produktivitas dan kualitas produksi,

Dra. Rukayah M.Si, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kota Malang menjelaskan bahwa lomba ini gratis tanpa dipungut biaya. Untuk semua kategori bidang inovasi (agribisnis, Energi, TIK, dan Lingkungan Hidup) yang masuk sebagai pendaftar, selanjutnya dilakukan tahap penjurian awal yang nantinya akan ditetapkan oleh dewan juri sebagai proposal terpilih untuk dipresentasikan di forum FGD. FGD hari ini memfokuskan pada Bidang Agribisnis, adapun 9 nominator yang terpilih dan mempresentasikan kepada juri adalah:
1. Smart Grain Container Rancangan Bangun Penyimpanan Beras dan Komoditas Biji-Bijian Berbasis Teknologi Radio Frequency Heating,
2. ‘Inuvine’ Aplikasi Sistem Pateurisasi Non-Thermal Berbasis Ultraviolet dan Continuous Culture Fermentasi Untuk Pembuatan Minuman Fermentasi,
3. Elcow Inovasi Alat Ukur Bobot Badan Sapi Otomatis dan Portabel Menggunakan Prinsip Konduktivitas Karbon Untuk Peternakan Rakyat,
4. Gultor (Gulma Predator),
5. Bio-Tela (Planting Tecnologhy Plants) Ekspansi Agribisnis Futuristik dalam Media Tanam Portabel Guna Memenuhi Kebutuhan Bibit Pertanian Untuk Mewujudkan Urban Farming di Perkotaan,
6. Pemanfaatan Beras Aleuron Untuk Meningkatkan Daya Beli Masyarakat Guna Mensuskseskan Swasembada Pangan,
7. Author Authomatic Propolist Heat Extractor Mesin Ekstraksi Propolis Berbasis Resistive Heating Sebagai Upaya Peningkatan Produktifitas Pengolahan Produk Peternakan Lebah Lokal,
8. PresToMatik Mesin Press dan Cetak Tahu Otomatis skala Home Industry,
9. B-Promagen Pengembangan Biopestisida Berbahan Aktif Bacillus subtillis dan Pseudomonas Flourescene dengan Pemanfaatan Protein Hama Sebagai Agens Hayati.

“Harapan kami dari inovasi teknologi ini benar-benar bisa di implemantasikan minimal untuk bisa mengembangkan/meningkatkan keberdayaan UKM yang ada dikota Malang. Kebetulan peserta yang masuk 10 nominator tersebut kebanyakan mengarah ke teknologi tepat guna.” Ujar Wasto. (Ct/Bs)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

One Comment

  1. Sangat bagus. Teknologi tepat guna harus diterapkan untuk membantu masyarakat

Leave a Comment