PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

Pada Maret 2017 di Kota Malang terjadi deflasi sebesar 0.09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128.38 Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat semua kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi Probolinggo sebesar 0.29 persen dengan IHK sebesar 124.30 persen diikuti Banyuwangi 0.20 persen dengan IHK sebesar 123.49, Jember sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 124.43, Sumenep sebesar 0.15 persen dengan IHK sebesar 124.44, Kediri sebesar 0.13 persen dengan IHK sebesar 124.41, Malang sebesar 0.09 persen dengan IHK sebesar 128.38, Madiun sebesar 0.06 persen dengan IHK sebesar 125.38, dan Surabaya 0.06 persen dengan IHK sebesar 128.10 persen .

Inflasi/ deflasi terjadi karena adanya kenaikan/ penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan/ penurunan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran, 5 kelompok mengalami inflasi dan 2 kelompok mengalami deflasi. Deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1.43 persen dan kelompok sandang sebesar 0.03.

Sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Maret 2017 adalah: cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, tarip pulsa ponsel, tomat sayur, bawang putih, beras, tongkol pindang, dan kulkas/lemari es.

Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2017 antara lain: tarip listrik, rekreasi, batu bata/batu tela, bensin, jasa pemeliharaan/service kendaraan, bawang merah, jasa cuci kendaraan, parfum, wortel, labu siam/jepang, kompor.

Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2017 sebesar 1.61 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2016 terhadap Maret 2017 ) sebesar 3.79 persen.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment