Sidak Ruko Runtuh dan Jembatan Retak di Sigura-gura

Malang – Longsor yang terjadi di Jalan Sigura-gura Barat, Kecamatan Lowokwaru, akibat terkikis arus sungai mendapat perhatian lebih dari Walikota Malang. Abah Anton melaksanakan sidak (6/3) untuk meninjau langsung lokasi yang terkena longsor. Jembatan tidak jauh dari lokasi ambrolnya ruko juga mengalami retak sehingga harus ditutup secara total.

Menurut Abah Anton, bangunan ruko yang berdiri di bantaran sungai tersebut jika menurut aturan maka dilarang. Bahkan posisi ruko menjorok ke arah aliran sungai. Abah Anton meminta untuk mengosongkan ruko tersebut karena dikhawatirkan akan terjadi longsor berikutnya. “Hari ini sudah saya perintahkan untuk melakukan penanggulan menggunakan alat berat. Selain itu, sudah saya perintahkan untuk melihat izin usaha yang dilakukan ditempat tersebut karena saya lihat ini merupakan pelanggaran terhadap bantaran sungai” ujar Abah Anton.

Setelah melaksanakan sidak, Abah Anton langsung mengambil tindakan untuk memotong satu bangunan agar menyesuaikan dengan aliran sungai, sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Selain memotong satu bangunan, abah juga menghentikan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh ruko yang berdekatan dengan ruko yang terkena longsor tersebut.

Perihal jembatan yang tidak jauh dari lokasi ambrolnya ruko juga mengalami retak sehingga harus ditutup secara total. Pemerintah akan melakukan penanggulangan dengan melakukan penguatan terhadap jembatan dan pelebaran jalan jembatan. Tujuan penguatan ini adalah untuk menstabilkan kondisi arus, karena jembatan ini merupakan akses masyarakat umum. Sedangkan untuk pelebaran jalan jembatan mengingat padatnya aktifitas kendaraan yang lalu lalang di jembatan tersebut. (Sr)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment