Kota Lubuklinggau Adopsi Kampung Warna-Warni Jodipan

MALANG – Pesona keindahan Kampung Warna-warni di Kelurahan Jodipan, ternyata membuat Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tertarik mengadopsinya.

Daerah yang terletak di ujung Provinsi Sumatera Selatan itu, berminat untuk mempercantik wilayah bantaran sungai yang ada di dua kecamatan dengan pengecatan seperti di Kampung Warna-warni Jodipan.

Ketua Tim Penggerak TP PKK Kota Lubuk Linggau, Yeti Oktarina Prana, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang, mengaku jika cerita akan keindahan Kampung Warna-warni sudah tersohor di wilayahnya, sehingga pemerintah bersama PKK berinisiatif untuk mengadopsinya.

“Kita punya kawasan yang dilewati sungai yang indah, namun perumahan di sekitarnya masih terlihat kurang baik, karena itu kedatangan kami ke Malang untuk belajar ke Kampung Warna-warni,” kata Oktarina, saat memberikan sambutan Kunker di Ruang Majapahit, Balai Kota Malang, Senin (6/1).

Oktarina, menjelaskan jika selama ini Kota Lubuklinggau, terkenal dengan kawasan transit, karena diapit beberapa kota besar seperti Bengkulu, Jambi dan Musi Rawas Utara. Karenanya agar meningkatkan daya wisata, maka pembenahan kawasan bantaran sungai dengan pengecatan warna-warni diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Wilayah kota kami cukup luas 401 kilometer persegi, dengan penduduk hanya 300 ribu saja. Namun, memang karena kita kota transit antara empat kota besar, jumlah penduduk pada siang hari bisa sampai kelipatan tiga, namun sayangnya perputaran uang tidak di kota kami, karena memang hanya kota transit,” bebernya.

Bahkan, Oktarina juga memuji kepiawaian Pemkot Malang dalam menggalang dana Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga berbagai pembangunan dan pemenuhan sarana prasarana tidak menggunakan dana APBD.

“Kami target kampung warna-warni di Lubuklinggau akan selesai bulan April. Kegiatan ini diinisiasi PKK dan bersinergi dengan pemerintah,” tukasnya.

Kunker dari TP PKK Kota Lubuklinggau yang diterima langsung Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Farida Dewi Suryani, menjadi ajang saling menukar informasi dan inovasi. Dalam sambutannya, Umi Farida, sapaan akrab Ketua TP PKK Kota Malang, sangat apresiatif dan menyambut baik kedatangan rombongan dari daerah seberang itu.

Program saling tukar informasi dan inovasi, merupakan hal positif yang perlu dibangun sinergitasnya diantara pemerintah daerah.

“Kota Malang ini merupakan kota pendidikan dan juga destinasi wisata. Meskipun tidak memiliki wisata alam namun kami terus berinovasi sehingga menghasilkan Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi yang ada di seberangnya,” kata Umi Farida.

Tekad mengembangkan visi Malang Kota Bermartabat dan perwujudan Tri Bina Cita, terus dilakukan dengan menggandeng beberapa stake holder dari berbagai kalangan.

“Kota Malang ada 56 perguruan tinggi dan hal itu merupakan modal kuat kita, karena inovasi masyarakat dipadukan dengan riset universitas menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan kota,” beber Umi Farida.

Khusus untuk TP PKK Kota Malang, istri Wali Kota Malang, H. Moch Anton itu menjelaskan jika pihaknya terus membina sinergitas dengan beberapa SKPD seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian dan sebagainya untuk pembinaan kepada masyarakat.

Hasilnya pun signifikan, karena seluruh karya para ibu PKK bisa disalurkan dan ditampung di PKK Corner. “PKK terus bersinergi dengan pemerintah dan kami juga terus mengasah inovasi agar menghasilkan karya yang baik bagi Kota Malang,” pungkas Umi Farida. (Sa)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Febuari 2016

Leave a Comment