Sekolah Satri Nakhonsawan Thailand lakukan Kunjungan Studi Ke Kota Malang

Malang – Sekolah satri nakhonsawan Thailand melakukan kunjungan studi ke kota Malang pada kamis (26/01) bertempat di ruang Tumapel Balaikota Malang. Rombongan yang berjumlah 20 orang dipimpin oleh kepala sekolah Satri Nakhonsawan Thailand dan diterima oleh Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan Kota Malang Suyitno,SH hadir pula Kepala sekolah SMAN 2 Kota Malang RR Dwi Retno Udjian Ningsih.

Dalam sambutan Walikota Malang yang dibacakan oleh Suyitno menyampaikan selamat datang kepada para siswa-siswi sekolah satri nakhonsawan Thailand beserta para guru pendamping.

“ Semoga waktu yang relative singkat di kota Malang, dapat membawa kesan yang baik di hati anak-anakku semuanya.”ujar Suyitno

Pembangunan di bidang pendidikan merupakan prioritas utama dalam gerak pembangunan kota Malang. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah kota malang telah mengembangkan jenis dan fasilitas pendidikan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan sesuai dengan undang nomor 20 tahun 2003.

“Pemerintah kota Malang menerapkan pengembangan berbagai program unggulan diantaranya: Penerimaan peserta didik baru dengan sistem online dan rayonisasi, pengembangan pendidikan vokasi, inklusif dan sekolah model.”tambah Suyitno

Selain hal tersebut, pemerintah kota malang juga membebaskan biaya sekolah bagi siswa SD dan SMP serta menyediakan bis sekolah gratis yang merupakan wujud tanggung jawab social dari pihak swasta. Atas langkah program pendidikan tersebut, pemerintah kota Malang juga telah mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah pusat seperti penghargaan di bidang UKS,Adiwiyata, Perpustakaan Sekolah, Guru Berprestasi,dan berbagai prestasi akademik baik tingkat Nasional maupun Internasional.

Menutup sambutannya Suyitno berharap melalui kegiatan tersebut, selain sebagai wahana untuk menambah pengetahuan dan mempelajari adat istiadat dari masing-masing negara sehingga dapat memperkuat jalinan persaudaraan. Namun juga akan dapat diperoleh wawasan tentang sistem pendidikan yang dimiliki dari kedua belah pihak, yang nantinya dapat digunakan sebagai referensi bagi pengembangan pendidikan di masing-masing negara. Dan yang terpenting, dari hal tersebut adalah, dapat lebih mempererat hubungan kerjasama kedua negara di segala bidang kehidupan.

Setelah tukar menukar cinderamata, acara dilanjutkan dengan berkeliling kota dengan bus Macyto. (Di)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment