PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

Pada Desember 2016 di Kota Malang terjadi inflasi sebesar 0.58 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126.35 Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi Jember sebesar 0.93 persen dengan IHK masing-masing sebesar 122.56 diikuti Malang inflasi sebesar 0.58 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126.35, Surabaya 0,56 persen, dengan IHK sebesar 125.77, Sumenep sebesar 0.53 persen dengan IHK sebesar 123.01 persen , Banyuwangi sebesar 0.47 persen dengan IHK sebesar 122.50, Madiun sebesar 0.45 persen dengan IHK sebesar 122.74, Probolinggo 0.38 persen dengan IHK sebesar 121.23 persen dan Kedirii 0.36 persen dengan IHK sebesar 120.99.

Inflasi/ deflasi terjadi karena adanya kenaikan/ penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan/ penurunan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran, 5 kelompok mengalami inflasi dan 2 kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan 0.25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0.07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0.02 persen; kelompok sandang -0.90 persen; kelompok kesehatan 0.17 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga -0.04 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 2.97 persen.

Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2016 antara lain: Angkutan udara, telur ayam ras, bensin, daging ayam ras, cabai rawit, tarip pulsa ponsel, mujair, besi beton, wortel, dan kembang kol.

Sedangkan sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Desember 2016 adalah: cabai merah, bawang merah, emas perhiasan, apel, semen, pisang, tongkol pindang, , mesin cuci, kentang, dan melon.

Tingkat inflasi tahun kalender Desember 2016 sebesar 2.62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap November 2016 ) sebesar 2.62 persen.

Sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi di sepanjang tahun 2016 adalah biaya akademi/ perguruan tinggi, bawang putih, kontrak rumah, bawang merah, rokok kretek filter, cabai rawit, emas perhiasan, gula pasir, minyak goreng, pemeliharaan/ servis.

Sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi di sepanjang tahun 2016 adalah bensin, semen, beras, telepon seluler, telur ayam ras, daging ayam ras, keramik, solar, angkutan antar kota, dan tongkol pindang.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment