Wawali Sambut Rombongan Kirab Resolusi Jihad PBNU di Balaikota Malang

Malang – Bertempat di halaman depan Balaikota Malang pada hari Jumat (14/10) telah dilaksanakan Penyambutan Rombongan Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

Rombongan yang diterima secara resmi oleh Wakil Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji tersebut tiba di balaikota pada pukul 17.30 WIB. Hadir pula pada kegiatan tersebut adalah Wakil Bupati Malang, M. Sanusi dan Pengurus NU Kota Malang dan Forkopimda Malang Raya.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional., dimana Resolusi jihad merupakan pernyataan tertulis yang disepakati oleh wakil-wakil masyarakat yang memuat tuntutan untuk memperjuangkan kemerdekaan republik indonesia sesuai dengan landasan ajaran islam dan sejatinya meminta ketegasan pemerintah indonesia untuk segera men-deklarasikan perang suci atau perang jihad. Resolusi ini dipelopori oleh hadharatusyaikh ( tuan guru besar) kh. M. Hasyim asy’ari.

 

Sementara itu, dalam sambutannya, Sutiaji menyatakan bahwa Resolusi jihad secara realitas memberikan konstribusi nyata demi tegaknya negara kesatuan republik indonesia dan menyatakan NKRI sebagai konsep final. “Oleh karena itu, para santri sekaligus generasi muda perlu menelusuri lebih jauh tentang sejarah perjuangan para kyai-santri pendahulu agar kita dan generasi kita dapat mengetahui sejarah yang benar” tambahnya.

 

Beranjak dari hal tersebut, para santri saat ini harus terus berjuang. Bukan lagi melawan penjajah melainkan melawan pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbul-kan dari era global.

 

Dengan memperhatikan perkembangan yang sangat cepat dan tantangan global yang semakin berat, maka menjadi satu keharusan bagi para santri untuk lebih dapat bersikap aktif, tanggap dan memiliki responsibilitas yang tinggi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.

Para santri harus berani tampil dan mengembangkan dirinya agar tidak saja memiliki ketangguhan jiwa yang ber-dasarkan nilai-nilai keislaman, budi pekerti yang mulia, tetapi juga hendaknya para santri memiliki berbagai disiplin ilmu ketrampilan lainnya. Sebab globalisasi dan modernisasi tidak mungkin dihindari. Salah satu langkah yang bijak adalah mempersiapkan diri agar tidak kalah dalam persaingan. (Ts)

WhatsApp Image 2016-10-17 at 09.22.10 WhatsApp Image 2016-10-17 at 09.22.12 WhatsApp Image 2016-10-17 at 09.22.13 WhatsApp Image 2016-10-17 at 09.22.18 WhatsApp Image 2016-10-17 at 09.22.22 WhatsApp Image 2016-10-17 at 09.22.24

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment