Kota Malang Peringati Hari Jadi Jatim ke 71

Malang – Pemerintah Kota Malang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71 pada Rabu (12/10) di halaman Balaikota Malang. Upacara dipimpin oleh Wakil Walikota Malang Drs. Sutiaji dengan dihadiri Forum Pimpinan daerah (FORPIMDA) Malang, anggota DPRD, Kepala SKPD, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemkot Malang.

Hari jadi Pemprov Jatim kali ini mengambil tema “Dengan Semangat Kerja Nyata, Mari Kita Mantapkan Jawa Timur Sebagai Provinsi Industri Berbasis UMKM”. Upacara diawali dengan pembacaaan sejarah Provinsi Jawa Timur,. Sejarah panjang mengiringi perjalanan Jawa Timur mulai tahun 760 Masehi atau abad 8, bermunculan kerajaan – kerajaan besar di Jawa Timur mulai dari kerajaan Kanjuruhan, disusul kemudian pada abad ke-10 jatim menjadi pusat kerajaan besar seperti mendaeng, kahuripan, dhaha janggala, singasari dan majapahit. Pada abad 13 berdasarkan prasasti mulamanurung yaitu pusat keraton negara telah tersebutkan struktur pemerintahan yang tersusun dengan baik dan tersistem seperti struktur pemerintahan modern saat ini. Jawa Timur muncul saat pada saat kerajaan mataram Islam dengan sebutan Ban Wetan. Jawa Timur dibentuk serta ditetapkan oleh PPKI dengan gubernur pertamanya Raden Tumenggunggung Suryo pada tahun 19 Agustus 1945 dan mulai menjalankan tugasnya pada tanggal 12 Oktober 1945 yang memulai tugas dan kewajibannya sebagai kepala pemerintahan akhirnya disepakati menjadi hari lahirnya Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa timur yang dibacakan oleh Wakil Walikota Malang, hikmah terpenting memperingati Hari jadi Provinsi Jawa Timur adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan sejarah Jawa timur yang penuh dinamika hingga bisa mencapai kemajuan untuk kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

Disampikannya juga mengenai kemajuan UMKM, ruang politik yang stabil dan kondusif yang menjadi momentum untuk memasuki regionalilsasi ASEAN yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Jawa Timur sudah menjadi petarung unggul di tahun pertama era pasar bebas ASEAN 2016, yang ditandai dengan surplusnya perdagangan Jawa Timur – ASEAN pada Semester I Tahun 2016 yang mencapai us$ 1.160,53 juta, dan baru pada periode 2016 surplus perdagangan Jawa Timur – Singapura mencapai us$ 112,89 juta.

Keragaman UMKM tersebut, memberikan suatu konstruksi ekonomi yang korelatif, antara konsumsi, produksi UMKM serta faktor pembentuk PDRB yang didominasi oleh segmen UMKM, yang diharapkan akan mampu mewujudkan inklusivitas pembangunan ekonomi Jawa Timur untuk kesejahteraan dan keadilan yang lebih baik.

Sementara Sutiaji menjelaskan bahwa pemerintah selalu berusaha maksimal untuk meningkatkan UMKM di Jatim.

“Jadi kami berusaha semaksimal mungkin untuk UMKM yang ada di Jatim, di Kota Malang ini kan jumlahnya ada ribuan, UMKM nantinya akan meningkat jadi UKM. Kami sudah berkomitmen bahwa ekonomi global itu tidak akan bisa berpengaruh dan menyentuh kalau UKM dan UMKM itu kuat karena produsen dan pasar itu berada di lingkup paling bawah dari dan untuk masyarakat” ujar Sutiaji.

Ia juga menjelaskan sektor UMKM yang paling dominan adalah industri kreatif dan home industri. (Dn)

WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.47.56 PM WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.48.01 PM WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.48.08 PM WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.48.13 PM WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.48.23 PM WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.48.25 PM WhatsApp Image 2016-10-12 at 1.48.30 PM (1)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment