Penutupan Program Pembentukan Ekosistem Pusat Kreatif Patchwork dan Quilting Malang Raya

Malang, Kamis 6 Oktober 2016 Telah dilaksanakan kegiatan Penutupan Program Fasilitasi Pembentukan Ekosistem Kreatif Patchwork  dan Quilting Malang Raya oleh Badan Ekonomi Kreatif. Pembinaan dan pendampingan terhadap 50 Quilter dari 5 Komunitas yang berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu telah berlangsung selama tiga bulan. Acara penutupan tersebut diadakan di Hotel Aria Gajayana Malang.

 

Penutupan program Fasilitasi Pembentukan Ekosistem Pusat Kreatif Patchwork & Quilting Malang Raya yang dihadiri Asisten Administrasi Pembangunan Kota Malang, Ir. Budi Herwanto, MT, Deputi Bidang Insfrastuktur Bekraf Bapak Hari Santosa Sungkari, Direktur Fasilitasi Insfrastruktur Fisik, Bekraf Selliane Halia Ishak serta para Quilter yang telah mengikuti pembinaan dan pendampingan dalam bentuk workshop selama 3 bulan terakhir ini. Dalam kegiatan selama tiga bulan di Malang tersebut telah berhasil memberikan semangat dan motivasi serta tambahan skills bagi para Quilter  dalam mengembangkan dan menghasilkan kreasi padu padan patchwork & Quilting yang sangat luar biasa dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

 

Quilting dan Patchwork merupakan suatu teknik dalam menjahit yang berasal dari amerika/barat yang pada saat ini juga sudah banyak dikenal dan berkembang di Indonesia. Quilting (jahit tindas) adalah suatu teknik menjahit dengan menggabungkan dua lembar kain dengan  jahitan atau ikatan yang ditengahnya dilapisi dengan suatu lapisan / gumpalan (batting), dimana saat ini yang biasa digunakan adalah dakron/silicon.  Patchwork merupakan teknik menjahit potongan-potongan kain (perca) dalam pola-pola tertentu menjadi satu lembar kain (dengan berbagai macam motif) sehingga membentuk suatu karya seni yang sangat menarik.

 

Quilting pada awal pembuatannya belum menggunakan mesin jahit tetapi dengan menggunakan jarum tangan (hand stitches). Seiring perkembangan teknologi, dengan ditemukannya mesin jahhit, saat ini sudah banyak yang pengerjaannya menggunakan mesin jahit. Namun demikian, seni menjahit dengan tangan masih tetap dilakukan agar kesan tradisionalnya atau kearifan lokalnya tetap terjaga.

 

Quilting dan Patchwork sebagai suatu karya seni dibuat menjadi beragam betuk produksi sesuai dengan kebutuhan, seperti : Bedcover, Selimut, Alas Tidur balita, Sajadah, Sarung bantal hias, Taplak meja, Tas, Hiasan dinding, serta beragam karya seni lainnya.

 

Dalam sambutan Asisten Administrasi Pembangunan Kota Malang, Ir. Budi Herwanto, MT  berharap kedepannya masyarakat Kota Malang dapat mengembangkan ilmu yang telah didapat sehingga bisa meningkatkan usaha mereka. “Kami juga menyadari bahwa penggalian kreatifitas sangat perlu agar mereka menjadi pelaku-pelaku kreatif karena kita akan kedatangan  MEA yang sangat pandai dan kreatif. Kalau kita tidak kreatif kita akan ketinggalan dan hanya jadi penonton nantinya. Semoga ini dapat menjadi bekal, baik di rumah maupun meningkatkan usaha agar menjadi sejahtera untuk keluarga maupun masyarakat.” Ujar Budi.

 

Deputi Bidang Insfrastruktur Bekraf, Hari Santoso Sungkari mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam Program Pembentukan Ekosistem Pusat Kreatif Patchwork dan Quilting Malang Raya .“ Kota Malang ini banyak potensi kreatifitas yang dapat dikembangkan. Nantinya hal ini dapat dipamerkan di Pasar Akhir Pekan (PAP) yang akan dilaksanakan di Jakarta.” ujar Hari.

 

Kegiatan Penutupan Program Pembentukan Ekosistem Pusat Kreatif Patchwork dan Quilting Malang raya diakhiri dengan sesi foto bersama.(Di)

WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.35 WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.35 (3) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.35 (2) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.15 WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.15 (5) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.15 (4) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.15 (3) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.53.15 (1) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.52.36 (4) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.52.36 (3) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.52.36 (2) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.52.36 (1) WhatsApp Image 2016-10-07 at 09.52.36

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment