Abah Anton : Tindak Tegas Jukir Jukir “Siluman”

Bukan semata karena adanya petisi, namun sudah menjadi kewajiban Pemkot untuk memberikan layanan publik yang baik kepada masyarakat, termasuk dalam kaitan perparkiran.
Dalam rakor terbatas yang diikuti Sekkota Idrus, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Mulyono, Asisten Bidang Pemerintahan Abdul Malik, Kadishub Kusnadi, Kadispenda Ade Herawanto, Kadis Pasar Wahyu Setianto, Plh Satpol PP Dicky dan Kabag Humas Widianto diruang rapat Walikota (14/9 ’16); Walikota Abah Anton menekankan dan menginstruksikan:
1. Lakukan operasi gabungan penertiban parkir dari unsur Dishub, Satpol PP, Polres Kota dan TNI mulai kamis 15-9-2016;
2. Lakukan langkah tegas penindakan kepada “jukir liar” atau pun jukir yang menyalahi aturan;
3. Sasaran operasi mencakup atas lahan/lokasi parkir, atribut dan alat kelengkapan parkir serta karcis yang dipergunakan;
4. Data dan sweeping lokasi lokasi yang tidak diperuntukkan parkir (lokasi bebas parkir/spt tempat ATM, dll) namun tetap digunakan untuk parkir berbayar;
5. Tanggung jawab terhadap mal praktek jukir harus juga dipertanyakan kepada para koordinator jukir;
6. Kepada masyarakat yang dirugikan, dihimbau dan jangan segan untuk melaporkan disertai informasi yg lengkap tentang lokasi, waktu kejadian, bila dimungkinkan foto jukir dan tanda bukti lainnya dan atau menginformasikan melalui SMS Aduan Kota Malang di hotline 081333471111
7. Langkah operasi harus dilakukan secara berkelanjutan;
8. Ekspose setiap penindakan pelanggaran yang dilakukan.

“Saya tekankan tindak tegas dan jangan main main. Pungutan yang tidak sesuai peraturan adalah premanisme, maka patut diganjar hukuman agar tidak merugikan masyarakat. Ini warning saya dan akan terus saya monitor, “lugas Abah Anton.
Ditambahkan Walikota Anton, langkah penertiban juga akan diikuti dengan pembenahan manajemen secara internal. Kepada Dishub, Abah Anton juga menginstruksikan agar memasang papan informasi tentang tarif resmi parkir, himbauan agar warga minta karcis parkir, jangan bayar bila tidak ada karcis, jangan menerima karcis laminating, dan kata kata himbauan lainnya.

WhatsApp Image 2016-09-15 at 05.47.08 WhatsApp Image 2016-09-15 at 05.47.06 WhatsApp Image 2016-09-15 at 05.47.05

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment