Pekan Budaya 2016, Dari Pinggiran Merajut Budaya Nasional

Sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang sangat kaya dan beragam. Anugerah tersebut diperoleh dari 17.000 (tujuh belas ribu) gugus pulau yang terbentang mulai dari kawasan barat hingga kawasan timur Indonesia, dimana hampir di setiap pulaunya memiliki corak dan ciri khas budaya yang berbeda antara satu pulau dengan pulau lainnya. Keragaman dan keunikan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia terhitung kurang lebih sebanyak 300 etnis, dengan 583 bahasa lokal, merupakan kekayaan yang tak tertandingi di bumi ini.
Aset dan kekayaan Bangsa Indonesia yang sesungguhnya adalah berupa keragaman budaya, dengan berbagai macam suku bangsa, bahasa, kesenian, adat-istiadat, sistem kepercayaan, dan sistem budaya. Namun seperti berbanding terbalik, banyak masyarakat Indonesia yang terasing dengan budayanya sendiri akibat derasnya arus informasi yang datang dari luar, tanpa memiliki pondasi budaya yang kuat dan tertanam di diri sendiri. Padahal sebetulnya begitu banyak kearifan-kearifan yang berada di dalam kebudayaan Indonesia, yang dapat membentuk karakter dan jati diri kita sebagai manusia Indonesia yang sesungguhnya.
Minimnya pengetahuan akan keragaman budaya pun memiliki dampak yang negatif kepada kehidupan masyarakat. Kurangnya pemahaman akan suatu tradisi dan budaya berpotensi menumbuhkan rasa intoleransi sehingga dapat muncul konflik. Hal tersebut tentunya merupakan sebuah ancaman yang dapat merusak persatuan di kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Maka dari itu, mengetahui dan mengenal keragaman budaya di Indonesia dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa toleransi dan saling menghargai di tengah kondisi masyarakat yang sekarang ini rawan akan konflik SARA.
Pekan Budaya Indonesia (PBI) 2016 adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menjaga dan mengenalkan khazanah budaya adiluhung yang dimiliki Indonesia kepada seluruh masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya nasional dengan rangkaian kegiatan yang menyenangkan.
Pada tahun 2016 ini PBI mengusung tema “Dari Pinggiran Merajut Budaya Nasional,” dalam artian bahwa keanekaragaman budaya yang akan ditampilkan nanti, sesungguhnya merupakan kekayaan dari budaya Nasional. Maka dari itu kegiatan ini dimaksudkan untuk melihatkan dan mengenalkan keragaman budaya kepada masyarakat luas. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsa, dan menumbuhkembangkan sikap saling menghormati dan tolerensi antarsesama anak bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tema Dari Pinggiran Merajut Budaya Nasional diangkat karena bersinergi dengan keinginan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam kegiatan PBI 2016. Kali ini pemerintah ingin memastikan jika seluruh masyarakat bisa mengakses penuh kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan nanti. Maka dari itu pendekatan-pendekatan yang lebih personal kepada masyarakat juga akan diterapkan pada berbagai kegiatan, agar masyarakat tidak hanya merasa sebagai ‘penonton,’ tetapi juga sebagai ‘pelaku’ budaya. Hal tersebut sesuai dengan harapan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, akan pelaksanaan PBI 2016.
“Kegiatan ini harus melibatkan banyak pihak, tidak hanya dari lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan semata, namun juga komunitas-komunitas budaya yang ada di Malang dan daerah sekitarnya,” ujar Hilmar.
Maka dari itu pada pelaksanaan yang kedua kalinya ini, PBI 2016 turut melibatkan komunitas-komunitas yang berada di kawasan Malang Raya dan sekitarnya. Komunitas-komunitas mulai dari pelaku seni tradisional hingga komunitas film akan terlibat langsung pada beberapa kegiatan PBI 2016. Harapannya tentu saja agar nantinya masyarakat Malang Raya dapat mengapresiasi dan mengekspresikan kebudayaan secara langsung dan menyenangkan.
Selain dengan menyaksikan, masyarakat juga dapat terlibat aktif pada kegiatan-kegiatan yang ada di penyelenggaraan PBI 2016 mulai dari permainan tradisional, pertunjukan kesenian, wayang, talk show, lomba sejarah, workshop, pameran-pameran, pertunjukan musik, kegiatan pendukungan Malang Art Week, dan ragam kegiatan lainnya, sehingga nantinya diharapkan akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang nyata. PBI memberikan akses kepada seluruh masyarakat untuk mengapresiasi dan mengekspresikan budaya pada kegiatan yang merupakan kegiatan gabungan unit-unit kerja di bawah lingkungan Direktorat jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tersebut. Dengan demikian diharapkan rasa cinta akan budaya dan memahami keberagaman budaya akan tumbuh selepas mengikuti kegiatan yang tahun ini diselenggarakan di tiga tempat di Malang Raya, yakni Pendopo Kabupaten Malang, Taman Krida Budaya, dan Universitas Negeri Malang, pada tanggal 1 sampai dengan 6 September 2016.
Melalui penyelenggaraan PBI 2016 juga diharapkan masyarakat dapat memahami dan mengapresiasi bahwa sesungguhnya budaya nasional merupakan “rajutan” dari khazanah budaya di setiap daerah di Indonesia. Dengan demikian masyarakat akan dapat menghargai dan menjaga diversitas budaya di Indonesia, sehingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika nantinya betul-betul dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
*) Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Ahmad Mahendra – Telp: 0813 9828 3707/WA: 0812 2000 3307

WhatsApp Image 2016-09-02 at 08.03.17 WhatsApp Image 2016-09-02 at 08.05.37

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment