Abah Anton dan Akademisi ITN Bahas Kondisi Kota Malang

Malang – Bertempat di Gedung Amphi, Institut Teknologi Nasional (ITN) II, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Wali Kota Malang, H. Moch Anton menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Peran Serta ITN Malang dalam Program Pembangunan Berkelanjutan Kota Malang”, Sabtu (27/8).

Dalam kesempatan ini hadir pula Rektor ITN, Dr.Ir. Lalu Wahyudi, Kepala Bappeda, Wasto dan jajaran civitas akademika ITN khususnya mahasiswa Pascasarjana.

Abah Anton, begitu ia akrab disapa, membedah berbagai permasalahan yang ada di Kota Malang, utamanya mengenai urbanisasi yang kini menjadi tantangan bersama untuk solusi bersama pemecahan dampaknya.

Diterangkan, dengan luas Kota Malang yang hanya 110,06 kilometer persegi, jumlah penduduk yang ada saat ini sebesar 1,2 juta jiwa, terdiri dari sekitar 800 ribu penduduk asli dan 300 ribu jiwa pendatang, sehingga permasalahan kemacetan dan menipisnya hunian harus diantisipasi bersama.

Selain itu, Pemkot Malang kini sedang dipercaya menjalankan pilot project program 100-0-100, dimana salah satunya bagaimana agar kawasan kumuh menjadi zero atau tidak ada lagi.

“Tentunya hunian ataupun kemacetan menjadi kendala, tapi hal itu merupakan tantangan bagi pemerintah untuk menyelesaikannya,” kata Abah Anton,

Abah Anton yang juga alumnus kampus ITN menjelaskan, dalam menangani luas lahan yang semakin berkurang dan makin banyaknya penduduk maka diperlukan pembangunan berkelanjutan, salah satunya membuat master plan khusus hingga tahun 2030, sehingga permasalahan itu bisa dipecahkan bertahap. Master plan itu nantinya bisa menjadi pegangan Kota Malang, sehingga arah pembangunan bisa berkelanjutan.

“Tidak mudah untuk menyelesaikan masalah itu, namun jika kita punya mimpi dan tekad yang kuat, kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik,” tuturnya.

Tak hanya itu, Abah Anton juga membeberkan masalah inflasi yang kini menjadi permasalahan yang harus dipecahkan bersama, karena dengan jumlah 50 kampus yang ada di Kota Malang ditambah dengan wisatawan tentunya akan berdampak kepada jumlah urbanisasi yang tinggi, sehingga meskipun daya ekonomi masyarakat meningkat, namun juga diikuti inflasi. “Masalah inflasi ini perlu kita pikirkan bersama dan kita sudah punya cara untuk itu, salah satunya adalah dengan menggerakkan sektor ekonomi kreatif di masyarakat seperti membentuk Malang Creative Fusion (MCF) dan beberapa terobosan lainnya,” beber Abah Anton.

Abah Anton, juga membeberkan pula penataan wilayah yang kini sedang dirancang Pemkot Malang, termasuk mengentas kawasan kumuh dan juga pembangunan Jalan Ki Ageng Gribig yang akan menjadi pintu keluar jalan tol Malang – Pandaan.

Permasalahan lain yang dibahas Wali Kota Abah Anton yakni terkait dengan kemacetan, karena saat ini pertumbuhan penduduk di Kota Malang juga berbanding lurus dengan perkembangan kendaraan bermotor. “Hal itu sudah kita antisipasi dengan pelebaran jalan, salah satunya di kawasan Dinoyo,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Abah Anton juga memutar video tentang kondisi Kota Malang mendatang disertai dengan rencana pemecahan kemacetan, termasuk pula rencana akan membangun gedung kesenian di kawasan Kedung Kandang dengan menggunakan dana CSR.

“Kita sedang menata bagaimana kampung warna warni dan kampung tiga dimensi agar bisa menjadi satu, karena itu merupakan destinasi baru wisata kita,” imbuh Abah Anton.

Sementara itu, Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, mengatakan, tujuan seminar ini adalah menindaklanjuti berbagai permasalahan yang ada bisa dicarikan solusi melalui kegiatan ilmiah, seperti tesis dan penelitian. Beberapa isu yang diangkat menjadi karya ilmiah itulah yang bisa menjadi sumbangsih berupa pemikiran yang solutif bagi perkembangan Kota Malang. “Kita ikut bersama membangun Kota Malang,” kata Lalu Mulyadi.

Permasalahan kemacetan karena adanya urbanisasi yang cukup tinggi utamanya dari kalangan mahasiswa, perlu solusi bersama termasuk dari akademisi. “Peran kita dari kalangan akademisi adalah membantu pemikiran agar ada pembangunan berkelanjutan di Kota Malang,” tandasnya (Sa)

 

WhatsApp Image 2016-08-29 at 08.27.10 WhatsApp Image 2016-08-29 at 08.27.14 (1) WhatsApp Image 2016-08-29 at 08.27.14

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment