Abah Anton Resmikan Festival Seni Religi di Taman Krida Budaya Jawa Timur

WhatsApp-Image-20160607 (1) WhatsApp-Image-20160607 (2) WhatsApp-Image-20160607 (3) WhatsApp-Image-20160607Malang – Wali Kota Malang HM Anton, Ketua TP PKK, Hj Farida Dewi Suryani, Sekretaris Daerah  Kota Malang, Ir. Cipto Wiyono dan beberapa kepala SKPD lainnya, Senin (6/6) menghadiri pembukaan Festival Seni Religi dan buka puasa bersama di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno-Hatta.

Abah Anton, dalam kesempatan ini juga memantau langsung hari pertama adanya Pasar Ramadan yang ada di sebagian jalan Soekarno-Hatta.

Wali Kota Abah Anton, dalam sambutannya, mengatakan Pasar Ramadan merupakan hal yang sangat menunjang dalam menjalani bulan suci ini, dimana Pasar Ramadan adalah upaya menggerakkan ekonomi masyarkat.

“Saya harap dampaknya tidak hanya untuk pembeli tapi untuk penjual, sehingga menghasilkan rezeki bersama,” kata Abah Anton.

Dalam kesempatan ini, Abah  Anton juga menekankan jika, Pemkot Malang selalu menanamkan nilai kepada anak-anak agar tidak terpengaruh kepada hal yang tidak di inginkan.

Era globalisasi, lanjut Abah Anton, memiliki dampak positif sekaligus negatif, sehingga perlu masyarakat memilih dan memilah apa yang baik dan buruk.

Gerakan shalat berjamaah yang sudah digaungkan pemerintah, tentu merupakan hal yang positif, karena fakta saat ini di berbagai media masa, banyak tindakan melenceng yang dilakukan oleh para anak muda.

“Gerakan shalat berjamaah ini sangat positif sekali bagi perkembangan kehidupan anak-anak kita,” kata Abah Anton.

Lomba Seni Festival Religi, tidak hanya sebagai ajang wisata tapi memberi konribusi positif, daripada melakukan hal yang sia-sia, agar lebih memompa motivasi anak-anak agar bisa sesuai harapan bersama.

“Kami juga imbau kembali kepada Dinas Pendidikan agar para siswa tidak memakai rok mini,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan festival seni religi dimulai pada tanggal 7 Juni sampai dengan 11 Juni dan akan diisi beberapa lomba seperti, lomba tartil Alquran anak, lomba cerdas cermat remaja, seni Albanjari.

“Harapannya dengan festival ini mampu menciptakan kreatifitas,” kata Ida Ayu.

Pasar Takjil, lanjut Ida Ayu, juga ada di beberapa titik lain dan memang didukung agar bisa menciptakan kota wisata religi yang mumpuni.

“Kesempatan ini sekaligus membuka kampung Ramadan yang ada di 5 titik,” imbuhnya. (Sa)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment