MEI 2016, KOTA MALANG INFLASI 0.15 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

 

Mulai Mei 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

 

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

 

Paket komoditas kota Malang hasil SBH 2012 terdiri dari 372 komoditas meningkat dibandingkan dengan paket komoditas hasil SBH 2007 sebelumnya yaitu sebanyak 349 komoditas..

 

Berdasarkan hasil pemantauan BPS kota Malang pada Mei 2016 terjadi inflasi 0.15 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123.20 pada April 2016 menjadi 123.39 pada Mei 2016. Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0.22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015 ) sebesar 2.78 persen.

 

Inflasi bulan Mei 2016 dipicu oleh beberapa komoditi, antara lain angkutan udara, gula pasir, emas perhiasan, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, telur ayam ras, wortel, apel dan tempe . Komoditi bahan makanan mengalami kenaikan harga seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang awal Ramadhan tahun ini. Naiknya harga gula pasir dipicu oleh semakin menipisnya stok gula di pasaran akibat berhentinya aktivitas produksi pabrik gula yang saat ini baru memasuki musim giling tebu.

Berita Resmi Statistik No.06 Th. XVII, 1 Juni 2016

 

Komoditi yang meghambat inflasi di bulan April 2016 antara lain beras, semen, tomat sayut, cabai merah, keramik, cabai rawit, kelapa, udang basah, kentang dan bawang merah.

 

Penyebab terjadinya inflasi bulan Mei 2016 adalah naiknya indeks harga konsumen pada lima kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok sandang sebesar 0,94 persen diikuti kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,70 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen,diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0.45 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,48 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,14 persen sebagaimana terlihat pada tabel 1.

 

Masa panen beberapa komoditi bahan makanan menyebabkan stok melimpah dan terjadi penurunan harga, antara lain komoditi tomat sayur, cabai rawit, beras, bayam, melon, cabai merah, kangkung, dan kacang panjang. Meskipun pada bulan Mei PT PLN (Persero) menetapkan tarif listrik non subsidi bagi 12 golongan pelanggan mengalami kenaikan antara Rp 7 hingga Rp 10 per kWh, tetapi kenaikan tersebut baru dirasakan dampaknya oleh pelanggan pra bayar. Sedangkan untuk pelanggan pasca bayar pada bulan ini masih merasakan dampak penurunan tarif pada bulan April, sehingga tarif listrik pada bulan Mei masih mengalami deflasi.

capture-20160602-150540 capture-20160602-150725 capture-20160602-150757

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment