Abah Anton Deklarasikan Gerakan Anti Kekerasan Pada Anak dan perempuan

Malang – Maraknya kasus kekerasan yang menimpa anak dan perempuan yang akhir-akhir ini kerap terjadi, membuat Wali Kota Malang, H Moch Anton sangat miris dan prihatin.

Minggu (29/5) pagi, di Jalan Simpang Balapan, Abah Anton bersama dengan Ketua TP PKK, Hj. Farida Dewi Suryani, menyempatkan hadir di acara Deklarasi Gerakan Anti Kekerasan Kepada Perempuan dan Anak yang diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Peduli Indonesia yang diketuai Ya’qud Ananda Gudban.

Dalam acara tersebut ratusan warga dari berbagai elemen termasuk Muslimat NU, Aisiyah, Himpunan Pengusaha Malang, IWAPI, dan sebagainya turut ambil bagian membacakan deklarasi bersama Abah Anton.

Dalam sambutannya, Abah Anton, mengaku sangat prihatin dengan kasus kekerasan yang menimpa anak dan perempuan di berbagai daerah, karena itu gerakan moral seperti ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Malang.

“Saya cukup miris melihat kasus kekerasan pada anak dan perempuan seperti diberitakan di berbagai media masa, karena itu kita butuh gerakan seperti ini agar meningkatkan kesadaran kita,” ujar Abah Anton.

Pemkota Malang, lanjut Abah Anton, sudah melakukan berbagai upaya dalam membentengi akhlak dan moral anak di Kota Malang melalui gerakan mematikan televisi pada saat Maghrib hingga Isya’, sehingga waktu itu dapat digunakan untuk hal positif seperti belajar atau mengaji.

Takh hanya itu, baru-baru ini Abah Anton juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajaran baik instansi pemerintahan maupun swasta agar menggalakkan gerakan shalat berjamaah, sebagai upaya membentengi moral dan akhlak.

“Pemerintah Kota Malang bersama DPRD juga telah mengesahkan Perda Perlindungan Anak dan Perempuan sebagai instrumen hukum untuk melindungi mereka,” tukasnya.

Ia berharap dengan seluruh upaya yang dilakukan, segala tindak kekerasan pada perempuan dan anak bisa diminimalisir sebaik mungkin, sehingga visi mewujudkan Malang Kota Bermartabat bisa diraih.

Sementara itu, Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia, Ya’qud Ananda Gudban, sangat mengapresiasi langkah Abah Anton yang bersedia hadir dalam acara bermuatan gerakan moral ini.

“Abah Anton pagi-pagi sekali sudah hadir bersama kita untuk bersama-sama mendklarasikan gerakan anti kekerasan kepada perempuan dan anak, ini bukti kepedulian beliau,” kata Nanda.

Wanita yang juga anggota DPRD Kota Malang itu, juga mengapresiasi pemerintah karena sudah berhasil membuat Perda Perlindungan Perempuan dan Anak yang bisa dijadikan rujukan hukum jika ada pelanggaran.

“Kita semua pasti sangat miris dengan berbagai kasus yang saat ini terjadi, karena itu marilah bersama-sama kita melawan aksi kekerasan ini,” tandasnya. (Sa)

WhatsApp-Image-20160530 (1) WhatsApp-Image-20160530 (2) WhatsApp-Image-20160530 (3) WhatsApp-Image-20160530 (4) WhatsApp-Image-20160530

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment