Kembangkan Budaya Dolanan Tempoe Doloe, Disbudpar Gelar Festival Padang Bulan ing Malang Lawas

Malang – Kemajuan teknologi dan informasi menyebabkan arus globalisasi semakin deras, sehingga akulturasi dan asimiliasi budaya dari luar negeri semakin tidak terbendung. Dalam membendung hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang dan Malang Creative Fusion (MCF)  menggelar festival ‘Padang Bulan ing Malang Lawas di Halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur, 18-19 Mei mendatang.

Acara yang ditujukan untuk melestarikan seni dan budaya dolanan tempoe doloe ini dikemas sangat menarik dan mampu menyedot perhatian masyarakat luas. Drama kolosal yang mengisahkan bagaimana keceriaan anak-anak masa lalu yang guyub rukun dengan dolanan seperti Gobak Sodor, Egrang, Dakon dan sejenisnya, ditambah dengan pertunjukan kisah Ramayana semakin membuat pembukaam festival ini bermakna.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam sambutanya mengatakan, menumbuh kembangkan kembali budaya termasuk di dalamnya dolanan tempoe doloe, adalah jurus jitu agar masyarakat tidak tertarik kepada dunia yang kebarat-baratan, namun tetap berpijak pada arus modernisasi.

“Modernisasi bisa kita terima, tapi jangan sampai ke barat-baratan, karena itu, festival ini sangat baik dan patut mendapat dukungan,” kata Sutiaji.

Ia menambahkan, banyaknya budaya Malangan, harus bisa digali dan dieksplor kembali, sehingga generasi mendatang tidak jauh dari peninggalan nenek moyang. Apalagi, bagi para anak-anak filosofi dolanan tempoe doloe yang sarat makna sportifitas dan gotong royong patut dikembangkan, salah satunya dengan menggelar festival Padang Bulan ing Malang Lawas ini tiap tahunnya.

“Saya harap kedepan festival ini bisa lebih meriah dan ekspansi hingga luar daerah dan dunia internasional” pesannya.

Wakil Wali Kota, juga mengingatkan akan keanekaragaman kuliner khas Malang yang harus diinventarisir dan diperkenalkan sehingga menarik minat wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. “Karena itu saya imbau kepada Disbudpar agar bisa mengenalkan kuliner kita,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan, ide awal diselenggarakannya acara ini karena kepedulian Pemerintah Kota Malang terhadap budaya dolanan yang saat ini sudah memudar di kalangan anak-anak.

“Saat ini anak-anak kita jadi generasi gadget, mereka asik dengan mainan mereka sendiri tanpa ada nilai sosial, sehingga kami merasa perlu menghadirkan dolanan ini kembali kepada publik,” ungkap Ida Ayu.

Ia optimis, festival ini bisa berkiprah pada taraf nasional bahkan internasional jika dikelola dengan baik dan serius dengan melibatkan seluruh stake holder dan komunitas seni yang ada. “Kalau kita serius tahun depan bisa menjadi festival yang besar dan bertaraf internasional,” tegasnya.

Dalam pembukaan festival Padang Bulan ing Malang Lawas ini juga dihadiri Sekertaris Daerah Kota Malang, Ir.Cipto Wiyono, dan beberapa kepala SKPD seperti Kepala Dinas Pendapatan, Ade Herawanto, Kepala Dinas Perhubungan, Handi Priyanto, Kepala BP2T, Indri Ardoyo, dan sebagainya disamping para camat dan lurah. (Sa)

WhatsApp-Image-20160519 WhatsApp-Image-20160519 (3) WhatsApp-Image-20160519 (2) WhatsApp-Image-20160519 (1)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment