Puncak Acara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-20

3up_+uD6 xhdpW4bv 80t_Hyaa

Tradisi baru dilakukan Kementerian Dalam Negeri RI. Yang selama ini bersifat sentralistik dalam penyelenggaraan penganugerahan praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik, maka di peringatan hari Otonomi Daerah ke-20, gelaran dilakukan di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (25/4’16). “Dari daerah untuk daerah. Mengembalikan semangat otonomi melalui daerah. Oleh karenanya hari Otoda mengambil tema “Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi )”, eksplorasi potensi daerah dan peningkatan daya saing daerah dengan kinerja tinggi menjadi spirit peringatan, “ujar Mendagri, Tjahjo Kumolo.
Pada inagurasi otoda ke-20, kota Malang bersama 9 Walikota, 10 Bupati dan 3 Gubernur menerima penghargaan Satyalancana Karyabhakti Praja Nugraha, penghargaan dari Presiden untuk para Kepala Daerah yang sukses memimpin pemerintahan daerah sehingga daerahnya berhasil mendapatkan predikat terbaik dalam penilaian LPPD ( Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah).
4 Daerah, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Pasaman, Kota Probolinggo dan Kota Semarang,  juga menerima penganugerahan Parasamya Purnakarya Nugraha (red. 3 kali berturut turut menerima Satyalancana).
Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kepada Kepala Daerah penerima anugerah.
Ditegaskan Wapres JK, otonomi bersifat dinamis, otonomi diletakkan pada karakteristik dan potensi daerah yang berbeda beda. Namun harus disadari, otonomi harus mampu menguatkan NKRI sehingga pemerintah daerah tetap harus diposisikan kepanjangan tangan pemerintah pusat. Tujuan politik, tujuan legeslasi dan tujuan ekonomi harus diikat dalam satu kesatuan yang sinergis.
Sementara itu, Walikota Malang H. Moch. Anton, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Malang, lembaga DPRD Kota, Forpimda, Pemprov Jatim dan tentunya warga kota Malang; karena keberhasilan anugerah penyelenggaraan pemerintah daerah yang baik yang diraih kota Malang juga tidak terlepas dari sinergitas yang kuat dari semua elemen. “Meskipun anugerah ini disematkan atas kepemimpinan (Kepala Daerah), namun saya sadar ini juga tidak lepas dari partisipasi dan kerjasama dari berbagai elemen pembangunan di kota Malang, “ujar Abah Anton, Walikota Malang. Stressing dari Wapres dan Mendagri, bahwa poin diberikan kepada daerah yang mampu mengeksplorasi potensi dan kinerja terbaiknya, menegaskan dan makin menguatkan bahwa kota Malang sudah pada jalur yang tepat dalam gerak pembangunannya. Tambah Abah Anton.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment