ICCC2016: REKOMENDASIKAN PERLUAS JEJARING KOTA KREATIF

emilICCC2016-Para pemangku kepentingan ekonomi kreatif (pengusaha, akademisi, pengusaha, pemerintah) berhasil menyimpulkan langkah strategis untuk menuju kota kreatif yang berkelanjutan pada penyelenggaraan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016, 30 maret – 2 April 2016 di kota Malang.

Pada ICCC 2016 ini,  setiap daerah dan kota direkomendasikan untuk bergabung kedalam Jejaring Kota Kreatif Indonesia. Agar bisa saling meningkatkan peluang dan kemanfaatan masing-masing potensi ekonomi kreatif dengan fasilitas pemerintah pusat dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

“Kota-kota yang memiliki pemimpin yang kreatif dan visioner harus bergabung untuk menciptakan network yang sangat berguna bagi bangsa Indoesia. Karena kreativitas mulai dari kabupaten-kota, tidak bisa diawali dari pusat. Harus bottom up. Kota-kota inilah yang akan melahirkan kreator, animator dan inovator yang bisa memajukan daerahnya masing-masing. Kemajuan dari kota-kota kreatif inilah yang dengan sendirinya akan membuat Indonesia menjadi negara kreatif,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf di acara pembukaan Indonesia Creative Cities Conference 2016, Kamis (31/3).

Selain itu, melakukan berbagai pemetaan potensi dari 16 sub sektor ekonomi kreatif yang dimiliki, lalu membangun perkumpulan komunitas kreatif di wilayahnya masing-masing, mendorong peningkatan kapasitas, kompetensi serta melahirkan talenta baru di berbagai subsektor ekonomi kreatif menjadi bagian dari rekomendasi Malang diharapkan bisa dijalankan oleh para stakesholder ekonomi kreatif sehingga pembangunan kota kreatif yang berkelanjutan bisa segera terwujud.

“Bekraf sebagai fasilitator akan membantu dalam memperluas pasar produk kreatif baik di dalam negeri maupun ekspor. Memfasilitasi proses kreasi: membangun ruang kreatif, jaringan orang kreatif, memfasilitasi usaha kreatif sepanjang rangkaian produksi dengan menyediakan akses ke sumber permodalan, pasokan SDM untuk produksi atau akses ke market,” lanjutnya.

Sementara itu, Walikota Malang H. Moch Anton mengakui bahwa penyelenggaraan ICCC kali ini menjadi momen yang tepat bagi kota Malang untuk menjadi lumbung sektor digital kreatif hingga akhirnya bisa diakui secara global. Oleh karena itu, kesatuan visi dan misi dari berbagai daerah di Indonesia dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif tidak bisa dihindarkan.

“Berharap makin solid, dan sinergis. Sudah waktunya ramaikan dunia internasional dari barat hingga timur Indonesia,” tutur pria yang akrab dipanggil Abah ini.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment