Hackathon Ngalam: Mengenalkan Teknologi Digital kepada Remaja untuk Kelangsungan Kota dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Hackaton adalah gerakan penyiapan program secara eksploratif yang diinsiasi sejak tahun 1999. Selanjutnya Hackaton dipandang sebagai upaya cepat mengembangkan teknologi software dan mengidentifikasi simpul inovasi untuk investasi dan pengembangan bisnis.

Di Indonesia kegiatan Hackaton juga dipakai untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik. Dalam skala kota, Malang termasuk pelaku awal dan berpotensi menjadi simpul inovasi.

Ngalam Hackathon dirancang sebagai bagian dari penyelenggaraan Indonesia Creative Cities Conference 2016 yang didedikasikan untuk menjaring dan melibatkan remaja agar bergerak secara kreatif. Khusrsnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kota secara fisik, sosial dan ekonomi melalui teknologi digital.

Dalam even kali ini, tiga elemen layanan kota menjadi tantangan yang ditawarkan kepada peserta. Yaitu Upaya penanggulangan kemacetan lalu lintas dan sistem transportasinya; upaya mengelola sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan kota serta pengelolaan pasar rakyat secara effisien dan kreatif.

Badan Ekonomi Kreatif dalam mendukung penuh kegiatan ini selarah dengan tugas dan fungsi yang diampu dalam bidang pengembangan subsektor aplikasi dan games. Pengembangan aplikasi dan games seyogianya diarahkan kepada dayaguna yang aplikatif dan solutif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

Peserta sebanyak 20 kelompok terdiri dari 48 orang dengan range umur 15 – 24 tahun. 5 kelompok difokuskan pada pembuatan aplikasi transportasi, 5 kelompok untuk tema persampahan dan 10 peserta berkonsentrasi di pasar rakyat Hackathon berlangsung selama 24 jam, sejak jam 12.00 tanggal 30 Maret dan berakhir pada jam 12.00 tanggal 31 Maret, dilanjutkan dengan paparan peserta yang diunggulkan untuk dipilih peserta terbaik.

YTr7ZHUM

 

Posted in: Dokumentasi

Leave a Comment