Presiden RI Hadir di Harlah ke-70 Muslimat NU di Kota Malang

26 jokowi8 26 jokowi5 26 jokowi4 26 jokowi3 26 jokowi2 26 jokowiMalang – Sekitar 50 ribu    muslimat dari berbagai penjuru Indonesia memadati Stadion Gajayana, dalam memeriahkan Harlah ke-70 Muslimat NU, Sabtu (26/3) sore.

Presiden RI, Joko Widodo bersama Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Menteri Sosial yang juga Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama, Lukman Hakim, Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Wali Kota Malang, HM Anton, dan beberapa tokoh lainnya hadir menyapa puluhan ribu anggota Muslimat NU.

Kehadiran Presiden Joko Widodo, menjawab desas-desus yang berkembang, jika orang nomor satu di Indonesia itu tidak jadi datang dalam momen spesial ini. “Saya sudah dapat info jika saya tidak hadir, namun mana berani saya dengan Ibu-ibu Muslimat NU, jadi saya memutuskan untuk datang,” Kata Presiden mengawali amanatnya.

Muslimat NU, kata Presiden, memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Peran Ibu sebagai tiang negara mampu membangun bangsa melalui skema kecil bernama keluarga.

“Saat ini dunia berkembang sangat pesat dan saat ini kita memasuki MEA artinya persaingan tidak lagi pada tingkat lokal, daerah, provinsi, namun sudah antar negara,” beber Presiden.

Guna menjawab tantangan itu, tidak hanya dibutuhkan kepintaran saja, namun yang diperlukan adalah semangat, kesiapan sumber daya manusia, rasa optimisme dan juga gotong royong.

Sementara itu, Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan jika selama 70 tahun ini organisasi itu sudah banyak berperan, termasuk dalam dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi dan juga politik.

Format barisan Muslimat NU yang sangat solid, makin menguatkan peran perempuan hingga biaa berjasa pada bangsa dan negara.

“Muslimat NU juga memiliki koperasi dan berdaya di bidang ekonomi,” kata Khofifah

Muslimat NU, kata Khofifah, juga harus berperan besar dalam memerangi narkoba, kebodohan dan kemiskinan yang saat ini melanda. “Ini penting kita lakukan, karena itu saya ingin semua merubah mental dari yang malas menjadi pekerja keras,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, berpesan kepada seluruh peserta Harlah, agar tidak segera pulang dari Kota Malang. “Silahkan berbelanja disini, batik Malang itu sangat bagus, kulinernya enak-enak dan juga harganya murah,” ungkap Soekarwo.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, menambahkan, jika Provinsi Jawa Timur masuk sebagai salah satu provinsi yang paling aman di Indonesia. Kita sudah memenangkan sembilan kali dalam bidang gender,” ungkap Pakde Karwo.

Acara Harah cukup spesial, karena berhasil memecahkan rekor MURI dalam hal mengganti kerudung serentak serta menabuh 50 ribu rebana bersama-sama dan serentak.

Tak hanya itu, momen ini juga dijadikan ajang penandatanganan deklarasi anti narkoba yang juga diikuti Wali Kota Malang, HM Anton

Presiden Joko Widodo sendiri, usai menghadiri Puncak Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU, langsung kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dan diperkirakan tiba pada Sabtu petang, 26 Maret 2016.

Seperti diketahui, Muslimat NU adalah organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang menjadi sayap perempuan NU. Organisasi yang lahir pada 29 Maret 1946 ini bertujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, da’wah, dan sosial.

Muslimat NU tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan tercatat memiliki 554 cabang di tingkat Kabupaten/Kota serta 5.222 anak cabang di tingkat kecamatan. Organisasi ini memiliki lebih dari 36.000 ranting di tingkat desa/kelurahan.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment