Waspada Potensi Rawan Bencana

20160228172524

Kerja keras kini sedang dilalukan Tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kota Malang. Karena seperti diperkirakan, beberapa titik rawan bencana, khususnya daerah aliran sungai (das) “mulai bertumbangan”.
Setelah Tanjungrejo, kali ini lokasi terjadi di kelurahan Kasin jalan Arif Margono gang 10 (sore, 28/2’16).
Walikota Malang Anton dalam acara blusukan di kelurahan Sawojajar (28/2 ’16), bahkan secara khusus memesankan kepada warga untuk berhati hati dan waspada atas potensi rawan bencana di kota Malang.
“Selain faktor alam, faktor manusia atau kita sendiri juga harus jadi perhatian. Karena banjir kadang disebabkan oleh perilaku kita yang abai, seperti buang sampah sembarangan, selokan dibiarkan macet, atau menempati wilayah DAS tanpa memperhatikan keselamatan, “ujar Abah Anton.
Ada beberapa langkah yang akan dilakukan, diantaranya mengembangkan sumur injeksi dan menggencarkan gerakan menabung air (gemar). “Untuk sumur injeksi merupakan temuan hasil riset dari Universitas Brawijaya dan telah mendapat sokongan dari CSR BRI sehingga diantaranya telah dikembangkan di daerah Bareng yang termasuk daerah rawan banjir, “tukas Abah Anton.
Sementara itu, beberapa langkah tindakan yang dilakukan Tim BPBD, sebagaimana diinfokan Kepala BPBD, Hartono, adalah melakukan pembuatan sudetan bersama tim relawan untuk longsor di Tanjungrejo yang mengakibatkan terganggunya arus sungai. “Ini kami (tim BPBD) juga sangat mengharapkan semangat gotong royong dari warga kota, karena personil tim juga mobile atas laporan laporan kejadian lainnya. Hari ini (minggu, 28/2 ’16), laporan kejadian yang masuk ada di Kasin, Pisang Candi (atap rumah roboh) dan sekitar pasar Besar adanya gorong gorong tersumbat yang mengakibatkan luberan air ke jalanan, “ujar Hartono.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment