PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

Pada Desember 2015 di Kota Malang terjadi inflasi sebesar 0.89 persen dengan   Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123.12 Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat semua kota mengalami inflasi .

Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0.94 persen dengan IHK sebesar 121.85 diikuti Malang sebesar 0.89 persen dengan IHK 123.12 , Banyuwangi dengan inflasi sebesar 0.80 persen dengan IHK sebesar 120.20 , Kediri sebesar 0.79 persen dengan IHK sebesar 120.99, Sumenep 0.77 persen dengan IHK sebesar 120.37, Madiun sebesar 0.59 persen dengan IHK sebesar 120.04 , Probolinggo sebesar 0.41 dengan IHK sebesar 121.23 dan Jember sebesar 0.39 persen dengan IHK sebesar 120.24.

Inflasi/ deflasi terjadi karena adanya kenaikan/ penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan/ penurunan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan 3.91 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0.07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan akar 0.16 persen; kelompok sandang -0.01 persen; kelompok kesehatan 0.38 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0.00 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0.52 persen.

Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2015 antara lain: cabai merah, bawang merah, beras, telur ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, bawang putih, tarip listrik dan daging sapi.

Sedangkan sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Desember 2015 adalah: minyak goreng, tongkol pindang, pepaya, besi beton, apel, emas perhiasan, pisang, anggur, melon, dan mujair. Tingkat inflasi tahun kalender Desember 2015 sebesar 3.32 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2015 terhadap Desember 2014 ) sebesar 3.32 persen.

 

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Comments are closed.