DESEMBER 2015 KOTA MALANG INFLASI 0.89 PERSEN

     Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

     Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

     SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

     Paket komoditas kota Malang hasil SBH 2012 terdiri dari 372 komoditas meningkat dibandingkan dengan paket komoditas hasil SBH 2007 sebelumnya yaitu sebanyak 349 komoditas.

    Berdasarkan hasil pemantauan BPS kota Malang pada Desember 2015 terjadi inflasi 0.89 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 122.03 pada November 2015 menjadi 123.12 pada Desember 2015. Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 3.32 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2015 terhadap Desember 2014 ) sebesar 3.32 persen.

     Inflasi bulan Desember 2015 dipicu oleh beberapa komoditi, antara lain cabai merah, bawang merah, beras, telur ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, bawang putih, tarip listrik dan daging sapi.

     Komoditi yang meghambat inflasi di bulan Desember antara lain minyak goreng, tongkol pindang, pepaya, besi beton, apel, emas perhiasan, pisang, anggur, melon, dan mujair.

     Komoditi bahan makanan mengalami kenaikan harga akibat tidak seimbangnya supply dan demand terhadap komoditi tersebut akibat adanya perayaan maulid Nabi Muhammad, natal, dan tahun baru yang waktunya berdekatan. Momen liburan pada perayaan tersebut juga mengakibatkan kenaikan harga untuk angkutan udara.

     Pada 1 Desember 2015 PT PLN resmi melakukan penyesuaian tarif listrik untuk golongan tariff adjustment termasuk untuk golongan 1.300 VA dan 2.200 VA yang mengalami kenaikan tarif listrik sebesar 11 persen. Penyesuaian tersebut merupakan pelaksanaan penundaan tariff adjustment yang seharusnya telah dilakukan sejak Mei 2015.

     Turunnya harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi turunnya harga minyak goreng dan bensin. Komoditi emas perhiasan dan minyak goreng mengalami penurunan harga dan masih memiliki kondisi yang sama seperti bulan sebelumnya. Komoditi bensin mengalami penurunan harga untuk jenis Pertamax dan Pertamax Plus per tanggal 10 Desember 2015. Pertamax mengalami penurunan harga dari Rp. 8.850,- menjadi Rp. 8.750,- dan Pertamax Plus mengalami penurunan harga dari Rp. 9.850,- menjadi Rp. 9.750,-.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Malang Desember 2015, Tahun Kalender 2015, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

 

Kelompok/Sub kelompok IHK Desember
2014
IHK               Desember
2015
% perub
thd November 2015
Tahun
Kalender
Y o Y
[1] [2] [3] [4] [5] [6]
U M U M / T O T A L 119,16 123,12 0,89 3,32 3,32
BAHAN MAKANAN 124,52 130,85 3,91 5,08 5,08
MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 115,96 121,29 0,07 4,60 4,60
PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 114,12 117,29 0,16 2,78 2,78
SANDANG 106,73 108,23 -0,01 1,41 1,41
KESEHATAN 108,41 112,39 0,38 3,67 3,67
PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 108,33 117,94 0,00 8,87 8,87
TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 137,15 136,40 0,52 -0,55 -0,55
  • Persentase perubahan IHK Desember 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya
  • Persentase kumulatif IHK Januari 2015 terhadap IHK Desember 2015
  • Persentase perubahan IHK Desember 2015 terhadap IHK Desember 2014

Kelompok komoditas yang memberikan andil/ sumbangan inflasi pada Desember 2015, yaitu: kelompok bahan makanan 0.7116 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0.0109 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0.0426 persen; kelompok sandang -0.0008 ; kelompok kesehatan 0.0177, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, 0000 persen; dan kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan 0.1055 persen

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Malang (2012=100)

Desember 2015 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)
                 U M U M 0.89
1.      Bahan Makanan 0.7116
2.      Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0,0109
3.      Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0,0426
4.      Sandang -0.0008
5.      Kesehatan 0,0177
6.      Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0,0000
7.      Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan                                  0.1055

 

Gambar 1

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Malang

Desember 2015

                     URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

  1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2015 mengalami inflasi 3.91 persen atau terjadi kenaikan angka indeks dari 125.93 pada November 2015   menjadi 130.85 pada Desember 2015 .

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan 7 sub kelompok mengalami inflasi dan 4 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 29.11 persen diikuti sub kelompok telur susu dan hasil-hasilnya sebesar 4.85 persen, sub kelompok sayur-sayuran sebesar 3.15 persen, sub kelompok padi-padian umbi-umbian dan hasilnya sebesar 2.84 persen, sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 2.33 persen, sub kelompok ikan segar sebesar 1.08 persen, sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0.22 persen dan sub kelompok lemak dan minyak sebesar 0.02 persen.

        Sedangkan 4 sub kelompok yang mengalami deflasi adalah sub kelompok ikan diawetkan dan sub kelompok buah-buahan sebesar 1.48 persen dan sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0.01 persen.

      Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.7116 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabai merah sebesar 0.2018 persen, bawang merah sebesar 0.1386 persen, beras sebesar 0.1137 persen, telur ayam ras sebesar 0.1051 persen, cabai rawit sebesar 0.0407 persen, daging ayam ras sebesar 0.0352 persen, bawang putih sebesar 0.0287 persen, daging sapi sebesar 0.0246 persen, kelapa sebesar 0.0208 persen, tomat sayur sebesar 0.0127 persen, dll.

     Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain : minyak goreng sebesar 0.0206 persen, tongkol pindang sebesar 0.0120 persen, pepaya sebesar 0.0113 persen, apel sebesar 0.0068 persen, pisang sebesar 0.0039 persen, anggur sebesar 0.0035 persen, melon sebesar 0.0032 persen, mujair sebesar 0.0030 persen, pir sebesar 0.0029 persen, dll.

  1. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Desember 2015 mengalami inflasi 0.07 persen atau terjadi kenaikan angka indeks dari 121.21 pada November 2015   menjadi 121.29 pada Desember 2015 .

Tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini 2 sub kelompok mengalami inflasi. Dan 1 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi terjadi pada sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol dan sub kelompok makanan jadi sebesar 0.08 persen sedangkan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0.01 persen .

Kelompok ini pada Desember 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi terbesar sebesar 0.0109 persen.Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain : roti manis sebesar 0.0031 persen, martabak sebesar 0.0018 persen, telur asin sebesar 0.0018 persen, rokok kretek sebesar 0.0016 persen ,selai/ jam sebesar 0.0009 persen, kopi bubuk sebesar 0.0007 persen, rokok putih sebesar 0.0005 persen, air kemasan sebesar 0.0004 persen , rokok kretek filter sebesar 0.0004 persen, dll.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi turunnnya indeks harga gula pasir sebesar 0.0011 persen.

  1. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

     Kelompok ini pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0.16 persen, atau terjadi kenaikan angka indeks dari 117.10 pada bulan November 2015   menjadi 117.29 pada Desember 2015 .

     Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 3 sub kelompok mengalami inflasi, dan 1 sub kelompok tidak mengalami perubahan angka indeks. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0.55 persen diikuti sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0.08 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0.07 persen.

     Sedangkan sub kelompok perlengkapan rumah tangga tidak mengalami perubahan angka indeks.

Pada Desember 2015 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.0426 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain adalah tarip listrik sebesar 0.0285 persen, batu bata/ batu tela sebesar 0.0157 persen, kayu lapis sebesar 0.0071 persen, sabun detergent bubuk/ cair sebesar 0.0015 persen, semen sebesar 0.0008 persen, sabun cair/ cuci piring sebesar 0.0002 persen, dll.

Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi adalah turunnya indeks harga beton sebesar sebesar 0.0112 persen.

  1. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Desember 2015 mengalami inflasi -0.01 persen, atau terjadi penurunan angka indeks dari 108.24 pada November 2015   menjadi 108.23 pada Desember 2015 .

     Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 3 sub kelompok mengalami inflasi dan 1 sub kelompok mengalami deflasi. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok sandang wanita sebesar 0.19 persen, diikuti sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0.08 persen dan sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0.01 persen, sedangkan yang mengalami deflasi adalah sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 0.37 persen.

     Pada Desember 2015 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar -0.0008 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah naikknya indeks gaun terusan sebesar 0.0013 persen, blus sebesar 0.0009 persen, sepatu sebesar 0.0006 persen, BH katun dan kemeja pendek dan celana dalam wanita sebesar 0.0003 persen, dll.

     Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi harga emas perhiasan sebesar 0.0048 persen .

  1. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Desember 2015 mengalami inflasi 0.38 persen, atau mengalami kenaikan angka indeks 111.96 pada bulan November 2015   menjadi 112.39 pada Desember 2015 .

Dari 4 sub kelompok semua 2 sub kelompok mengalami inflasi dan 2 sub kelompok tidak mengalami perubahan angka indeks. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0.32 persen dan sub kelompok obat obatan sebesar 1.49 persen, Sedangkan sub kelompok jasa perawatan jasmani dan sub kelompok jasa kesehatan tidak mengalami perubahan angka indeks.

Pada Desember 2015 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0177 persen.Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah naiknya indeks obat dengan resep sebesar 0.0118 persen, alas bedak sebesar 0.0017 persen, shampho sebesar 0.0011 persen, alat kontrasepsi sebesar 0.0010 persen, bedak dan pelembab sebesar 0.0006 persen, lipstik sebesar 0.0005 persen, dll.

Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi tidak ada.

  1. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0.00 persen atau tetap tidak mengalami perubahan angka indeks 117.74 pada November 2015 tetap menjadi 117.94 pada Desember 2015.

Dari 5 sub kelompok , semua sub kelompok tidak mengalami perubahan angka indeks. Sub kelompok perlengkapan / peralatan pendidikan , sub kelompok olah raga , sub kelompok kursus-kursus / pelatihan , sub kelompok rekreasi dan sub kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan angka indeks.

Pada Desember 2015 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.0000 persen.

  1. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Desember 2015 mengalami inflasi 0.52 persen atau terjadi kenaikan angka indeks dari 135.70 pada November 2015   menjadi 136.40 pada Desember 2015.

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 2 sub kelompok mengalami inflasi , dan 2 sub kelompok tidak mengalami perubahan angka indeks. Yang mengalami inflasi adalah sub kelompok transport sebesar 0.72 persen dan sub kelompok Sarana dan Penunjang transpor sebesar 0.05 persen, sedangkan sub kelompok komunikasi dan pengiriman dan sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan angka indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi 0.1055 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah naiknya indeks harga.angkutan udara sebesar 0.0907 persen, tarip kereta api sebesar 0.0105 persen, sepeda motor, angkutan antar kota 0.0021 persen, tarip kendaraan travel sebesar 0.0009 persen, ban luar motor sebesar 0.0005 persen, ban luar mobil sebesar 0.0004 persen, dan biaya pengiriman barang sebesar 0.0001 persen, dll.

Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi . adalah turunnya indeks harga bensin pertamax sebesar 0.0026 persen .

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Comments are closed.