Program Pembangunan Desa Pancasila

Mantan Wapres RI, Tri Sutrisno pada acara pemberian penghargaan kepada kota/kabupaten penyusun Perda Bangunan Gedung Terbaik yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, selasa 1 Desember 2015 di Nine Ballroom UOB Plasa Jakarta,  menginformasikan tri1 tri2 yang dilakukan Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP). “Konsep yang dikembangkan dalam desa pancasila adalah menanamkan nilai nilai Pancasila di tengah masyarakat. Termasuk memanfaatkan potensi lokal melalui pemanfaatan tanaman kehidupan untuk energi alternatif serta sendi ekonomi desa sesuai semangat Pancasila, “ujar Tri Sutrisno, saat didaulat memberi hantaran dalam kegiatan.
Nampak ikut mendampingi Tri Sutrisno, Emil Salim mantan Menteri LH RI di era Orde Baru.
Mantan Wapres Tri Sutrisno juga mengkritisi pola arsitektur saat ini sudah kehilangan jati diri bangsa. “Konsep Joglo makin terpinggirkan dengan konsep Eropa atau kadang campur baur tidak ada arah, “ujarnya.
Sementara Prof. Emil Salim, lebih tajam lagi dalam mengkritisi para arsitektur Indonesia. Menurutnya, arsitektur kota Malang malas berfikir dan berkreasi. “Mereka cenderung sekadar membaca, mengambil begitu saja dengan sedikit modifikasi. Harusnya ada pemikiran cara untuk menciptakan khas Nusantara, bahkan Dirjen Cipta Karya harusnya membuat regulasi agar Pemerintah Daerah mengembangkan bangunan perkantoran dengan khas budaya setempat, “tegas Emil Salim.
Kota Malang, melalui Walikota Malang H. Moch. Anton, juga diberikan kepercayaan untuk memberikan materi dihadapan anggota Ikatan Arsitektur Indonesia, dengan tema implementasi Peraturan Daerah dalam mewujudkan Bangunan Gedung Yang Layak Huni dan Berkelanjutan.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment