Penataan Taman Kota dan Rencana Aksi Kota Hijau

FGD green city

Selasa, 17 Februari 2015 bertempat di ruang sidang Balaikota Malang. dalam rangka Green City Action diadakan kegiatan Fokuc Gruop Discussion (FGD) oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Acara ini di hadiri 80 orang di antaranya Walikota Malang, Kepala DKP, perwakilan dari UNESCO, Perguruan Tinggi,, komunitas masyarakat, tokoh masyarakat, penggiat lingkungan, dan kader lingkungan. Acara yang di mulai pada pukul 10.00 wib di awali dengan sambutan Kepala Dinas DKP, Erik Setyo Santoso, ST, MT “Kota Malang sebagai kota hijau (Green City) dapat terlaksana. Program kota Malang menjadi kota hijau ini tidak hanya dari internal tetapi juga dari berbagai pihak lainnya.Green City atau Program Kota Hijau ini meliputi atribut green planning and design, green open space (RTH), green waste, green water, green transportation, green energy, green building dan green community.”

Walikota Malang Moch. Anton dalam sambutannya “Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segala pihak yang terlibat menjadikan kota Malang sebagai kota hijau. Ruang terbuka hijau sangat penting agar kota Malang menjadi sejuk, menanggulangi banjir, tempat rekreasi untuk masyarakat. Kota Malang sangat terbantu dengan adanya bank sampah yang bernilai ekonomi kreatif yang mempunyai nilai . Mari masyarakat bahu-membahu gotong royong menciptakan kota Malang yang bersih”.

Sebelum FGD dimulai acara diawali dengan senam otak yang di pandu oleh Komunitas Hijau Kota Malang. Materi FGD hari ini difokuskan pada 8 langkah menuju Green Cities : A Sustainable Urban Future in Indonesia (GCAP). Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Meninjau kembali rancangan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results).

  2. Periksa untuk memastikan Aspirasi dan Hasil SOAR dan terapkan.

  3. Siapkan profile singkat kota, dengan indikator kunci yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk memvalidasi.

  4. Mengubah aspirasi dan hasil yang tergantung dalam SOAR menjadi pernyataan target (goal) yang jelas.

  5. Pilih prioritas target (Goal) yang akan menjadi fokus GCAP.

  6. Melakukan kuantifikasi dan perincian (baselining) pada target (goal).

  7. Tentukan aksi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan (objectives) yang menjadi prioritas.

  8. Struktur rencana aksi ke dalam kerangka logis SMART.

Posted in: Berita Terbaru

Leave a Comment